25 Langkah Panduan SEO Pemula

Panduan SEO #24: Google Geo-targeting

Panduan SEO #24 tentang geo-targeting ini sebetulnya tidak cocok diklasifikasikan sebagai panduan pemula, namun tidak salah juga bila pemula ingin mengetahuinya, jadi saya sertakan dalam Panduan SEO pemula ini.

Cara kerja mesin pencari internet (search engine) dan hasil yang ditampilkannya selalu berubah dengan cepat. Semakin matangnya algoritma pencarian membuat anda sebagai SEOer perlu mengupayakan teknik-teknik SEO (Search Engine Optimization) terkini.

Local search, advanced search, regional search, dan language-based search adalah beberapa filter yang bisa digunakan pencari sebagai ‘bahan pertimbangan’ mesin pencari dalam menentukan situs siapa yang tampil, kapan dan dimana akan ditampilkan.

Judulnya Panduan SEO pemula #24 ini memang Google Geotargeting, tapi prinsipnya berlaku juga pada mesin pencari besar lain seperti Bing dan Yahoo, walaupun geo-targeting di kedua mesin pencari yang disebut terakhir ini relatif lebih sederhana daripada Google.

Geotargeting adalah salah satu algoritma yang dikembangkan Google untuk memenuhi kebutuhan penggunanya, dan bisa anda manfaatkan untuk meningkatkan ranking website anda.

Setiap query pencarian pada Google akan menghasilkan set hasil yang berbeda. Perbedaan ini bisa sangat signifikan tergantung pada:

  1. Alamat IP pencari. Proxy bisa mengaburkan asal pencari
  2. Lokasi server website, tiap negara punya jatah blok alamat IP sendiri
  3. Setting geografis di Webmaster Central. Domain ccTLD biasanya otomatis dikunci untuk geografis peruntukannya
  4. Penggunaan filter pencarian oleh pencari (misal, pencari melakukan filtering untuk Pages from [region] atau Pages in [language])
  5. Apakah pencari melakukan pencarian di regional Google yang berbeda dengan yang secara default diberikan (misal, pencari dari Indonesia menggunakan google.com alih-alih google.co.id untuk mendapatkan hasil dari US, atau pencari melakukan pencarian dalam Bahasa Inggris dari situs-situs non US)

Elemen lain yang sangat mempengaruhi ranking adalah backlink:

  1. Apakah tautan masuk berasal dari TLD yang sama dengan TLD yang ditaut (misal, .id menaut ke domain .id juga)
  2. Apakah alamat IP yang menaut berasal dari wilayah yang sama dengan IP yang ditaut (misal server Indonesia menaut ke server Indonesia)
  3. PageRankanchor text pada pranala (link/tautan) dan outbound link lainnya pada halaman yang ditaut
  4. Relevansi onpage halaman/situs yang menaut dengan halaman/situs yang ditaut.
  5. Language based meta tags pada situs/halaman yang ditaut
  6. Semua hal diatas pada situs/halaman yang menaut

Pencarian pada regional Google manapun (google.com, google.co.id, google.ca, google.ie) akan memberi hasil yang bervariasi kalau filter bahasa dan filter lokasi tidak digunakan oleh pencari.

Google.com.au misalnya, akan memprioritaskan halaman/situs dari Australia, dimana prioritas tertinggi diberikan pada domain *.au yang di-hosting pada server ber-IP class Aussie dengan backlink dari domain-domain dengan atribut Aussie dan anchor text serta atribut onpage dan offpage yang tepat.

Kecuali situs-situs Australia ini tidak ada yang cukup pas untuk query pencarian, barulah .com dan domain lain bisa ‘nyundul’ ke puncak di google.com.au.

Sebelas faktor diatas punya andil dalam algoritma otomatis Google saat ini dan bisa dimanfaatkan untuk mengungguli  kompetitor SEO anda. Tapi memang sulit untuk mengetahui komponen mana yang paling besar bobotnya dalam algoritma, akibatnya cukup sulit untuk mematok strategi apa yang paling efektif.

Jadi ‘gimana dong’?

Secara umum caranya sama saja; amati hasil pencarian yang dibuat oleh filter-filter pencarian. Perhatikan situs-situs yang menempati top positions dan tentukan strategi SEO yang tepat untuk situs web anda. Tentu saja anda harus melakukan analisis kompetitor yang cukup mendalam.

Sudah saya bilang ‘kan’ SEO itu perlu kustomisasi (Panduan SEO pemula #2), karena ada banyak cara dalam SEO.

Tiap situs web punya kondisi masing-masing dan solusi SEO-nya tergantung pada demografi, site mechanics, dan berbagai sumberdaya yang tersedia. Pertimbangkan hal-hal berikut:

  • Siapa target audien (target pencari) anda?
  • Apakah anda perlu mengoptimalkan geographic targeting (geotargeting)?
  • Apakah anda perlu membuat subdomain atau subdirektori untuk bahasa tertentu?
  • Apakah anda harus pindah hosting?
  • Apakah anda punya sumberdaya untuk melakukan beberapa atau semua hal diatas?

Bagaimana Cara Optimalisasi Geo Targeting SEO?

Ada dua strategi geo targeting utama dalam SEO yang bisa dipilih:

Menyasar wilayah geografis tertentu (strategi geografis):

  1. Buat subdomain atau subdirektori dalam bahasa ibu (native language) yang menjadi target geografis (Bahasa Jerman kalau anda mengincar pengunjung dari Jerman) dan fokuskan target geografis pada Webmaster Central
  2. Tempatkan konten subdomain pada server hosting di lokasi yang jadi sasaran
  3. Bangun backlink dari TLD serupa

Menyasar bahasa tertentu (strategi bahasa):

  1. Buat subdirektori untuk native language tertentu (misal, www.situsanda.com/nl untuk Bahasa Belanda)
  2. Bangun backlink dari situs dalam bahasa yang sama dengan bahasa subdirektori
  3. Jangan gunakan geographic targeting (strategi geografis)

Alasan tidak menggunakan strategi geografis bersamaan dengan strategi bahasa adalah karena kalau pencari melakukan pencarian dalam bahasa tertentu di Google.com, maka halaman dengan bahasa yang dicari akan mendapat prioritas daripada halaman yang dioptimasi untuk wilayah geografis tertentu.

Strategi geografis berarti mendapat peluang di Google selain google.com. Adapun strategi bahasa berarti punya peluang di google.com untuk bahasa yang digunakan pencari.

Mungkin anda tidak mau memilih dan ingin menerapkan keduanya untuk meningkatkan visibilitas situs anda baik di google dot com ataupun google dot lainnya.

Perhatikan log trafik untuk menentukan asal trafik situs web anda saat ini – dengan asumsi situs anda menggunakan Bahasa Inggris atau bahasa lain yang banyak digunakan di dunia (kalau situs anda dalam bahasa Indonesia, bisa dipastikan lebih dari 90% pengunjungnya pasti dari Indonesia). Perhatikan juga bounce rate.

Contoh; kalau trafik situs web anda banyak yang berasal dari Jerman dan tingkat bounce rate -nya cukup tinggi dibandingkan pengunjung dari USA, buatlah subdirektori untuk bahasa Jerman (www.situsanda.com/de). Ini adalah strategi bahasa.

Untuk strategi geografisnya, anda kemudian membuat subdomain (de.situsanda.com) dan host subdomain tersebut pada server yang berlokasi di Jerman, kemudian setel geographical targeting ke Germany pada Webmaster Central. Ulangi proses ini pada semua region yang memberi kontribusi trafik pada situs anda.

Catatan Penting

  • Kalau anda HANYA ingin memfokuskan dan menarget bahasa tertentu, dengan subdirektori, maka tidak usah melakukan optimasi geographic targeting (strategi geografis).
  • Anda bisa juga menjalankan strategi/targeting bahasa dengan subdomain, selain subdirektori, tapi kalau anda memiliki gTLD (generic Top Level Domain) .com gunakan subdirektori, bukan subdomain.
  • Judul situs dan halaman-halaman situs serta konten pada subdirektori atau subdomain harus dalam bahasa ibu (native language), gunakan istilah-istilah khas dari bahasa tersebut.
  • Selalu gunakan language based meta tags.
  • Tempatkan subdomain untuk geographic targeting (strategi geografis) pada server hosting dari wilayah tersebut
  • Kalau menggunakan subdomain, beri tautan (link) dari situs utama.
  • Tiap subdomain punya sitemap masing-masing.
  • Pada meta tags dan konten, gunakan terminologi yang tepat (misal, kalau anda menyasar US dan UK kemudian situs anda menjual celana dan sweater, maka pants dan sweater cocok untuk US, sedangkan trouser dan jumper lebih cocok untuk UK).
  • Pada saat melakukan link building, dapatkan backlink dari TLD serupa (misal, tautan dari .nl untuk domain .nl dan berisi bahasa Belanda, atau .web.id menaut ke .co.id dengan konten Bahasa Indonesia).
  • Kalau TLD situs anda berjenis ccTLD (country code Top Level Domain) seperti .fr atau .de atau .id maka anda tidak usah repot menjalankan strategi geografis karena sudah otomatis terkait dengan regional peruntukannya, tinggal tempatkan saja pada server hosting yang tepat.

Kesimpulan

Jadi, kalau anda punya situs dengan TLD seperti .com dan .co.uk dan wilayah US dan UK memang jadi target SEO anda, maka tidak usah lagi memikirkan strategi geografis (geographic targeting).

Tapi kalau anda ingin menjalankan geographic dan language targeting sekaligus, maka pertama kali buatlah subdirektori dengan konten dalam native language dan mengaculah pada log trafik (bisa gunakan Google Analytics). Lihat asal visitor yang banyak mengunjungi situs anda.

Bahasa Inggris pun banyak variasinya, seperti US English, UK, New Zealand, Australia, kalau memang niat buatlah subdirektori untuk masing-masing variasi dan cantumkan istilah-istilah khas tiap variasi pada judul, meta tags, dan konten. Buat sitemap.xml untuk masing-masing subdirektori dan kirim semua sitemap.xml ke mesin pencari utama (Google, Yahoo, Bing).

Langkah berikutnya adalah membuat subdomain dan tempatkan subdomain-subdomain tersebut pada server hosting dari negara/wilayah yang anda fokuskan. Buat konten dalam native language, ulangi langkah diatas dan atur fokus geografis masing-masing subdomain di Webmaster Central.

Dengan strategi ini, anda akan punya keunggulan atas pesaing SEO (atau malah jadi lebih sedikit pesaing). Tidak masalah apakah pencarian dilakukan dari dalam atau luar wilayah tertentu, tidak masalah apakah situs anda memang ‘native‘ atau cuma ‘numpang’ di wilayah tersebut, tidak masalah apakah pencari melakukan pencarian dalam native language atau secara manual menggunakan domain google tertentu seperti google.com.mx atau google.es. Situs anda akan tampil di mata yang tepat.


Selanjutnya: Panduan SEO #25: Sudahkah Anda Lakukan Dengan Benar?

Sebelumnya: Panduan SEO #23: Kenapa Google Mengabaikan Anchor Text Pada Link?

Rating apa yang cocok menurut Anda?

Klik pada bintang!

Rerata rating / 5. Total vote:

Terima kasih atas rating positifnya...

Jangan lupa like dan follow kami juga ya. Terima kasih!

Maaf ulasan ini tidak berguna untuk Anda...

Akan kami perbaiki!