25 Langkah Panduan SEO Pemula

Panduan SEO #21: Faktor Ranking Berdasarkan Reputasi Situs

Selain faktor ranking on-page dan link based (link based ranking factors – akan dibahas dalam artikel Panduan SEO pemula selanjutnya), ada sejumlah faktor yang diperhitungkan untuk menilai domain (website) itu secara menyeluruh (bukan halaman secara individu – web page). Memang faktor domain/situs ini kemudian mempengaruhi lagi halaman web.

Sebelum diteruskan, harap pahami dulu perbedaan website dan web page.

Link Popularity

Link popularity adalah ukuran yang menyatakan jumlah tautan yang menunjuk/mengarah ke sebuah website. Mesin pencari melibatkan kualitas tautan (link quality)  untuk mengevaluasi nilai dan seberapa penting tautan-tautan ini, kemudian memberi bobot yang berbeda pada tiap tautan tergantung pada kualitasnya (link quality akan dibahas lebih lanjut dalam Panduan SEO pemula tentang link building).

Kenapa link popularity ini perlu diperhatikan? Karena seperti halnya link quality, punya banyak inbound links – artinya banyak situs lain yang ‘vote‘ untuk situs anda – adalah sesuatu yang sangat diperhatikan oleh mesin pencari. Dan seperti yang anda pahami, kalau anda bisa menghindari link yang ‘tidak berkualitas’, maka link yang anda dapat akan mendongkrak posisi di mesin pencari, dan memang itu yang anda mau kan?

Topical authority

Pertama harus dijelaskan dulu tentang topical community, yaitu perspektif yang dimiliki mesin pencari terhadap sekelompok website yang saling menaut dan memiliki kesamaan topik/tema.

Bisa dipastikan bahwa untuk setiap niche akan terbentuk komunitas atau hub inti dengan banyak situs dan tautan yang saling terhubung. Situs-situs ini dianggap sebagai topical authority sites, dan untuk niche atau sektor apapun yang anda masuki, tujuan anda adalah untuk menempatkan situs anda sebagai bagian dari authority pada niche tersebut.

Tautan dari situs-situs dalam topical community punya nilai lebih karena dianggap besar kemungkinannya situs-situs tersebut saling mengevaluasi secara kritis dan objektif daripada situs lain yang tidak familier dengan topik komunitas tersebut.

Topik Situs

Topik utama sebuah situs (yang ditentukan mesin pencari dengan menganalisis halaman-halaman yang terkandung di dalamnya) mempengaruhi seberapa kuat halaman-halaman tersebut mampu menanjak menuju posisi puncak untuk pencarian on-topic (serupa) dan off-topic (beda niche).

Website dengan sub-topik khusus mampu menempati posisi lebih tinggi daripada situs dengan topik umum (seperti inReview ini). Tapi ini bisa saja tidak berlaku bagi situs yang memang sudah mendapat trust dan authority. Contohnya portal berita BBC atau website populer Wikipedia yang meliput banyak topik yang luar biasa luasnya, walaupun sangat luas, situs-situs seperti ini mampu mendominasi mesin pencari untuk kebanyakan atau bahkan semua topik yang ada di dalamnya.

Dan karena kebanyakan dari kita tidak akan membuat situs seperti kedua website besar tersebut, jadi usahakan fokus saja.

Arsitektur Situs

Ini tentang struktur internal situs – bagaimana halaman saling terkait, bagaimana kategorisasi digunakan dan bagaimana konten dikelompokkan pada berbagai kategori.

Seperti halnya tautan eksternal yang dianggap sebagai vote, tautan dari satu halaman pada situs yang sama juga dianggap sebagai voteInternal linking seperti ini diperhitungkan oleh mesin pencari sebagai poin tersendiri dalam kemudahan navigasi.

Cara anda men-setup situs menentukan; seberapa cepat situs tersebut dijelajah oleh bot mesin pencari, apakah semua halaman internal dapat ditemukan atau tidak, dan seberapa dominan halaman-halaman tersebut pada SERP. Tentu hal ini harus didukung oleh kuantitas, Pagerank dan kualitas tautan eksternal yang ‘menunjuk’ situs anda.

Tips Panduan SEO pemula tentang arsitektur situs:

  • Buat bagian-bagian/kategori berbeda kemudian masukkan konten yang ‘cukup’ ke dalam kategori-kategori tersebut. Lakukan cross-link (bisa dengan cara membuat halaman yang cocok untuk dua kategori atau lebih) tapi pastikan bahwa kategorisasi (dan sub-kategorisasi) serta konten yang dibuat jelas, bukan sekedar suka-suka dan tidak terkait.
  • Gunakan menu sebagai navigasi untuk menandai setiap bagian atau kategori utama dan munculkan menu ini pada seluruh halaman situs.
  • Gunakan kombinasi yang sudah dijelaskan di atas, yaitu strategi internal linking + navigasi standar agar halaman-halaman utama bisa terekspos secara maksimal.
  • Gunakan sitemap untuk membantu mesin pencari menemukan semua halaman pada situs (tanpa sitemap ranking situs tidak akan merosot, walau ada pun tidak akan mendongkrak, tapi keberadaan sitemap mempermudah mesin pencari untuk menemukan dan meng-indeks halaman-halaman website).

Kepercayaan (Trust)

Lagi-lagi soal trust (trust dibahas sebelumnya pada langkah 16 Panduan SEO pemula: Apa sih yang Google Mau). Bagaimana cara mesin pencari (maksudnya Google) menilai ‘trust‘? Ini bukan pertanyaan yang gampang dijawab, dan jujur saja saya tidak tahu dan tidak ada yang tahu jawaban tepatnya (kecuali Google).

Bagaimana kita menganggap sebuah website ‘bisa dipercaya’? Nah, untuk ini logisnya ada tiga cara:

  1. Sebuah situs kita percayai karena menyediakan informasi akurat, dapat diandalkan (reliable) dan tepat waktu.
  2. Kita mempercayai sebuah website karena hanya merekomendasikan website lain yang sesuai kriteria pertama di atas.
  3. Sebuah website mendapat trust dari kita karena direkomendasikan oleh website lain yang punya otoritas (authority).

Dengan kata lain, trust ditetapkan berdasarkan relevancy, authority (poin 1 dan 3) dan ‘pola pergaulan’ (poin 2). Kalau sebuah situs mendapat status topical authority dan menaut hanya ke situs-situs yang punya otoritas juga, maka situs tersebut ‘dipercaya’ oleh mesin pencari.

Tapi apa artinya kepercayaan ini?

Trust digunakan dalam konteks ini untuk mengevaluasi tautan yang menunjuk ke sebuah situs – sebuah link dari situs yang ‘terpercaya’ akan punya nilai lebih daripada tautan dari situs yang ‘tidak terpercaya’.

Praktisnya: kalau Site A konsisten menaut ke situs-situs berkualitas tinggi (yang ditetapkan mesin pencari) dan kemudian Site A ini menaut ke situs anda, maka tautan yang anda dapat dari Site A punya nilai lebih di mata mesin pencari. Sedangkan link dari misal Site B, yang biasa menaut ke siapa saja tanpa peduli siapa yang ditaut dan bagaimana ‘reputasinya’, dianggap kurang berharga.

Jadi, jaim itu memang perlu. 🙂

Trust atau kepercayaan ini menjadi faktor yang semakin penting di masa yang akan datang, dengan berbagai perubahan pada algoritma mesin pencari yang mulai memperhitungkan dan memberi bobot besar pada sejarah situs (ranking, pola link building, pola menaut/link-out, pola penambahan konten, dsb).
Nah, cobalah untuk menjaga dan memperhatikan konten situs anda dengan baik dan menaut pada website-website yang kualitasnya jelas.


Selanjutnya: Panduan SEO #22: Faktor Ranking Berdasarkan Link

Sebelumnya: Panduan SEO #20: Faktor Ranking On-Page

Rating apa yang cocok menurut Anda?

Klik pada bintang!

Rerata rating / 5. Total vote:

Terima kasih atas rating positifnya...

Jangan lupa like dan follow kami juga ya. Terima kasih!

Maaf ulasan ini tidak berguna untuk Anda...

Akan kami perbaiki!