25 Langkah Panduan SEO Pemula

Panduan SEO #20: Faktor Ranking On-Page

Berikut ini adalah item-item on-page (elemen-elemen halaman web) yang mempengaruhi posisi halaman tersebut pada SERP.

Title Tag

Pada kode HTML anda akan melihat title tag sebagai <title>, tag ini tampil pada bagian atas jendela peramban dan muncul juga di SERP sebagai judul halaman web. title tag ini menunjukkan pada mesin pencari dan audien tentang konten halaman tersebut, jadi penting untuk:

  • Membuat kata kunci (keyword) utama halaman web tercantum pada title tag
  • Membuat judul halaman yang menarik untuk di-klik
  • Membuat title tag se-unik dan sejelas mungkin untuk setiap halaman

Upaya yang dikeluarkan untuk ‘mengasah’ judul halaman ini sepadan dengan hasilnya, dan waktu yang diperlukan untuk ‘membetulkan’ juga tidak lama. title tag adalah elemen SEO penting pada semua mesin pencari utama. Apa yang anda lakukan pada tag ini mempengaruhi posisi di mesin pencari.

Penggunaan Keyword

Optimalisasi keberadaan kata kunci pada suatu halaman web. Walaupun halaman-halaman yang tidak terkait bisa saja punya posisi untuk suatu query pencarian, tapi secara normal penggunaan keyword memberi petunjuk pada mesin pencari tentang topik halaman tersebut (relevansi terhadap query pencarian).

Frekuensi kata kunci (jumlah kemunculan) harus diperhatikan, berikut ini patokannya:

  • Mesin-mesin telusur internet menggunakan ambang frekuensi keyword yang berbeda untuk menentukan apakah kata kunci ‘terlalu sedikit’ (kurang relevan) atau ‘terlalu banyak’ (spam), jadi anda harus menemukan titik tengah.
  • Variasi keyword (penggunaan kata yang berbeda namun serupa artinya dengan keyword utama – sinonim) berdasarkan klusterisasi/kelompok kata kunci, punya pengaruh lebih besar di Google daripada mesin pencari lain.
  • Istilah terkait (kata-kata kunci yang tidak terlalu erat kaitannya dengan kata kunci utama – bedakan dengan kluster) juga penting karena mendukung relevansi topik dan digunakan untuk menentukan ‘kedalaman pengetahuan’ (karenanya bisa dianggap sebagai ukuran on-page topical authority – Panduan SEO Pemula langkah 20).

Praktisnya adalah dengan membuat halaman yang sangat fokus pada keyword tertentu – ini membuat anda (bisa sebagai webmaster bisa juga sebagai content writer) untuk: 1) mengulang kata kunci utama secara alami dan 2) menggunakan variasi kata kunci dan istilah-istilah terkait pada saat menulis tentang topik tersebut.

Dengan metode natural ini artinya anda; a) tidak akan terlalu dipusingkan tentang tema penulisan konten, dan b) sudah cukup upaya (dalam hal penggunaan keyword) untuk mendapat posisi bagus pada ketiga mesin pencari utama.

Struktur URL

Seperti halnya title tag, optimalisasi struktur URL adalah upaya SEO sederhana, waktu setup yang singkat, dan punya benefit jangka panjang (dalam hal branding dan peringkat di mesin pencari) namun masih banyak webmaster yang mengabaikannya atau malah mengacaukannya.

Berikut ini beberapa tips dalam mengelola URL yang search engine friendly:

  • Gunakan URL statik alih-alih database driven dynamic URL (menggunakan tanda tanya dalam query sebuah halaman web). Kalau tidak memungkinkan, gunakan parameter dinamis sesedikit mungkin
  • Upayakan sesingkat (alih-alih menggunakan kalimat atau struktur folder yang panjang) dan se-deskriptif mungkin (alih-alih berupa angka)
  • Cantumkan kata kunci
  • Gunakan tanda sambung (hyphen “-“) untuk pemisahan kata
  • Hilangkan extra data (alih-alih misal inreview.id/category/category1/page1.htm, lebih baik inreview.id/category1/page1.htm)

Meta Description Tag

Meta Description tag kecil pengaruhnya terhadap ranking di mesin pencari. Loh… terus kenapa dibahas? Ya, karena meta description ini sangat penting dalam menghasilkan deskripsi halaman pada SERP. Di bagian sebelumnya Panduan SEO pemula ini dijelaskan bahwa title tag harus ditulis dengan mengacu pada branding value dan mampu menarik minat pengguna mesin pencari untuk meng-klik judul tersebut, meta description juga harus menghasilkan nilai dan daya tarik yang sama.

Penggunaan keyword pada tag ini (dan juga penggunaan tag meta keywords) memang tidak punya impact yang cukup untuk mendongkrak posisi, sehingga bisa dianggap investasi waktu yang dikeluarkan kurang sepadan – tapi kalau anda membangun situs baru, pastikan setiap halaman situs anda memiliki tag title, tag meta description dan tag meta keywords yang unik.

Kalau anda punya kesempatan untuk mengatakan sebanyak mungkin tentang topik situs anda dan menarik sebanyak mungkin pengunjung yang terarah, kenapa tidak? Dan kalau tidak, kenapa juga anda pusing-pusing dengan SEO.

Peran utama meta description tag adalah untuk menghasilkan deskripsi halaman/situs pada hasil pencarian, dan satu alasan ini cukup untuk membuat saya mencantumkannya sebagai poin tersendiri.

Duplicate Content

Tiap mesin pencari punya cara berbeda untuk menangani duplicate content dan memang sulit untuk melakukan eksperimen tersendiri atau memperhitungkan semua faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Dua hal yang harus diingat terkait isu konten duplikat:

  1. Meskipun mesin pencari melakukan tugasnya dengan baik dalam menyaring duplicate content, beberapa (bahkan banyak) halaman duplikat yang bisa ‘bertahan hidup’ dalam indeks mesin pencari, dan memang ada sebabnya. Yaitu karena website atau halaman-halaman tersebut secara umum menyediakan konten unik mereka sendiri.
    Kalau anda mengkhawatirkan penalti duplicate content ini, pikirkan apa yang diberikan situs/halaman web anda pada pengguna/pengunjungnya. Kalau anda menawarkan sesuatu yang cukup signifikan untuk membuatnya unik, maka tidak usah khawatir dengan filter ini.
  2. Filter duplicate content bersifat negative-only, artinya penalti akan diberikan hanya kalau halaman-halaman situs berisi salinan dari halaman-halaman lain, tapi kalau anda lolos dari filter ini tidak ada pengaruhnya terhadap ranking.

Jadi dapat disimpulkan, ada 5 on-page ranking factor yang harus diperhatikan dalam SEO; Title Tag, Penggunaan Keyword, Struktur URL, Meta Description Tag, dan Duplicate Content.

Tentu saja walaupun anda tidak sepenuhnya mengikuti tips di atas, situs anda masih bisa dapat ranking bagus. Meski demikian, kalau anda memulai situs baru, upayakan untuk melakukan ‘hal benar’ sebanyak mungkin sejak awal, lagi pula optimalisasi struktur URL bukan hal sulit untuk ‘dibuat benar’.


Selanjutnya: Panduan SEO #21: Faktor Ranking Berdasarkan Reputasi Situs

Sebelumnya: Panduan SEO #19: Google Sandbox – Indikator Kualitas Berbasis Waktu

Rating apa yang cocok menurut Anda?

Klik pada bintang!

Rerata rating / 5. Total vote:

Terima kasih atas rating positifnya...

Jangan lupa like dan follow kami juga ya. Terima kasih!

Maaf ulasan ini tidak berguna untuk Anda...

Akan kami perbaiki!