25 Langkah Panduan SEO Pemula

Panduan SEO #16: Apa sih yang Google Mau?

Pada Februari 2007, Google digunakan oleh 48,1 persen pencari di seluruh Amerika Serikat – hampir dua kali Yahoo (28,1 persen) dan lebih dari empat kali pemakai MSN (sekarang Bing – 10,5 persen) – Sumber: comScore, Februari 2007.

Ya, memang angka yang menunjukkan kuasa ‘the almighty Google‘, angka yang ditampilkan juga menunjukkan bahwa pangsa pasar Google masih berkembang, Yahoo belum bisa mengimbangi, dan MSN semakin merosot. MSN yang kemudian menjadi Bing sekarang ini mulai melakukan berbagai inovasi untuk memperkuat pijakannya di pasar pencarian.

Sepertinya memang tidak heran kenapa Google bisa menguasai pasar sebesar itu. Sejak awal Google menempatkan dirinya ‘murni’ sebagai mesin pencari, Yahoo terlanjur dikenal sebagai portal dan MSN telat ‘ikut balapan’. Positioning dan fokus Google pada pencarian, digabungkan dengan eksistensinya sebagai pionir teknologi pencari (Google pernah menyediakan jasa pencarian untuk Yahoo pada masa-masa awal) membuat Google jauh di depan dan sulit dikejar.

Bagi kita sebagai search marketer, berarti kita harus memperhatikan apa yang dibilang ‘si mbah’ Gugel, khususnya pada apa yang menjadi tujuan Google sebagai mesin pencari.

Bagi Google, ranking berarti perkara menemukan halaman web yang paling relevan (relevance) dengan apa yang dicari, berasal dari sebuah website yang ‘terpercaya’ (trusted) dan dianggap memiliki otoritas (authority) pada subjek yang dicari.

Relevansi (Relevance)

Relevansi diukur berdasarkan informasi yang bisa dibaca oleh mesin pencari dari sebuah halaman web. Seperti yang saya jelaskan di Panduan SEO pemula langkah 8; Komponen SERP: Search Engine Results Page, setiap halaman web (web page) anda yang dapat dibuka publik bisa berperan sebagi entry point bagi website anda, dan anda bisa (dan harus) meng-optimasi situs tersebut supaya tiap halaman menyasar kata kunci (keyword) yang berbeda namun masih terkait.

Ada beberapa faktor yang digunakan pada halaman web untuk mengukur relevansi, dua yang paling utama adalah title tag dan “penggunaan” keyword.

Kalau sebuah halaman bicara tentang ‘how to lose weight’ dan pencari menggunakan kata kunci ‘how to build a boat’, maka halaman ini tidak akan dianggap relevan dan tidak akan tercantum pada hasil pencarian. Beda halnya apabila sebuah halaman bicara tentang ‘building your own boat on a budget’, halaman ini bisa dianggap mempunyai tingkat relevansi sedang terhadap query pencarian (search query) sehingga berpeluang muncul pada SERP (Search Engine Results Page).

Aspek relevansi adalah bagian dari on-page SEO, yaitu optimalisasi yang anda lakukan pada halaman-halaman website anda untuk meningkatkan posisi di mesin pencari. Aspek ini fokus pada upaya meningkatkan relevansi atau keterkaitan halaman-halaman situs terhadap kata kunci yang diincar.

Kita bicara tentang relevansi, trust, dan authority. Bagian pertama sudah menjelaskan apa itu relevansi (relevance), dan bagaimana kita meningkatkan kualitas relevansi halaman web kita dengan apa yang dicari. Bagian berikutnya pada Panduan SEO untuk pemula ini bicara soal trust dan authority.

Otoritas (Authority)

Authority adalah indikator ‘sosial’ atas seberapa kuatnya sebuah situs atau halaman web dapat dianggap sebagai ‘sumber’ topik tertentu. Otoritas menandai keahlian, dan pengakuan atas keahlian tersebut dari dunianya dan juga dari luar industri.

Kalau misal anda punya situs ‘aksesoris golf’ dan ada banyak situs golf lainnya yang menaut ke situs anda, hal itu menunjukkan (di mata Google) bahwa situs anda adalah sumber yang punya otoritas tentang ‘aksesoris golf’.

Kemudian, kalau ada sejumlah situs di luar topik golf yang menaut ke situs anda, maka status authority semakin menguat. Meski begitu, tautan yang berasal dari situs yang se-topik dengan anda punya nilai lebih, karena situs-situs tersebut juga dianggap punya authority pada topik yang sama dengan situs anda.

Kualitas tautan atau inbound links yang menaut ke situs anda diurutkan berdasarkan dari yang kurang sampai yang paling berkualitas adalah:

  1. Situs dengan sedikit backlink dan tidak terkait dengan niche situs anda.
  2. Situs dengan banyak inbound links (punya authority) dan tidak terkait dengan segmen situs anda.
  3. Situs dengan sedikit backlink dan berhubungan dengan segmen situs anda.
  4. Situs dengan banyak inbound link (punya otoritas) dan punya topik yang berhubungan dengan niche anda.

Backlink, inbound link, incoming link, punya arti kira-kira sama dengan tautan masuk. Niche, dan segmen juga sama. Jangan bingung ya.

Poin-poin di atas harus dipikirkan saat anda sampai pada proses link building. Memburu tautan yang punya otoritas adalah hal yang lebih bersifat seni. Dan harus diakui bagian inilah yang dapat dianggap paling sulit dalam meng-eksekusi SEO yang sempurna.

Masing-masing halaman web juga bisa punya authority seperti halnya website utama, oleh karena itu menaut ke halaman-halaman web secara tersendiri (istilahnya; deep linking) adalah hal yang sangat penting sebagai bagian dari proses link building.

Kepercayaan (Trust)

Terakhir, tentang trust, yaitu suatu ukuran yang menyatakan seberapa dapat diandalkannya sebuah website dalam menyediakan informasi yang akurat. Google menggunakan sejumlah faktor untuk mengukur trust; 1) authority dan 2) relevance adalah dua di antaranya, faktor penentu berikutnya adalah 3) inbound links dari situs-situs ‘terpercaya’ lainnya.

Satu faktor lainnya yang penting dalam mengukur kepercayaan adalah 4) waktu, dan faktor terakhir inilah yang sering membuat para SEOer dan webmaster menjadi gila, karena faktor waktu ini menimbulkan apa yang dikenal sebagai ‘efek sandbox‘.

Istilah sandbox ini diartikan sebagai sejumlah filter dalam algoritma pemeringkatan Google yang mencegah sebuah situs atau halaman web mendapat peringkat yang tinggi sebelum ‘lulus’ beberapa titik ambang (threshold).

Terlepas dari apakah sandbox ini memang ada, saya cenderung berpendapat bahwa Google gak ada urusan untuk ‘mendiskriminasi’, tapi mereka punya tujuan jelas sebagai alasan penetapan kualitas, yaitu untuk menyajikan hasil pencarian yang paling ‘bermutu’ kepada pencari. Dan filter berbasis waktu ini, yang mengukur usia situs, seberapa sering di-update, usia tautan dengan otoritas, dll adalah ukuran-ukuran yang memang masuk akal untuk menilai kualitas tersebut.

Trust atau kepercayaan seperti halnya di dunia nyata; perlu waktu dan perlu dibuktikan. Tapi ada beberapa strategi (masih dalam batasan yang diperbolehkan Google) yang bisa anda jalankan untuk mempercepat proses trust dan authority ini. Meski demikian, mendapat ranking di Google masih tetap butuh waktu dan bersifat jangka panjang, jadi tetap siapkan mental anda untuk bersabar. Tergantung niche yang dipilih dan strategi SEO yang digunakan, hasilnya baru bisa terasa dalam 6 sampai 18 bulan.

Ada sejumlah aspek yang tumpang tindih dari ketiga faktor yang dijelaskan di atas. Anchor text misalnya, bisa digunakan untuk mengukur relevansi, sekaligus otoritas, sementara tautan dari situs populer dan ber-peringkat tinggi erat kaitannya dengan authority dan trust.


Selanjutnya: Panduan SEO #17: Bagaimana dengan Mesin Pencari Lain?

Sebelumnya: Panduan SEO #15: Latent Semantic Indexing (LSI)

Rating apa yang cocok menurut Anda?

Klik pada bintang!

Rerata rating / 5. Total vote:

Terima kasih atas rating positifnya...

Jangan lupa like dan follow kami juga ya. Terima kasih!

Maaf ulasan ini tidak berguna untuk Anda...

Akan kami perbaiki!