25 Langkah Panduan SEO Pemula

Arsip panduan SEO (Search Engine Optimization – Optimalisasi Mesin Pencari) sejak tahun 2009 – 2011. Disclaimer: Sesuai namanya; “Arsip” keakuratan informasi panduan ini mungkin tidak sesuai lagi dengan kondisi terkini. Informasi yang sudah tidak up to date akan ditandai dengan strikethrough seperti ini.

Panduan SEO #1: SEO dan Bukan SEO

Kebanyakan orang yang baru masuk ke dunia SEO sederhananya mengartikan SEO dengan mendapat peringkat #1 untuk sebuah website di halaman pencarian Google.

Tapi sesungguhnya SEO jauh lebih luas daripada itu. Ada tiga langkah utama dalam proses SEO:

  1. Anda harus menentukan dan mengidentifikasi sasaran audien anda (target market). Di sini anda bukan hanya menentukan tujuan membuat website dan menggambarkan profil audien, tapi juga memantau persaingan/kompetisi dan mengevaluasi apa yang dibutuhkan agar dapat mendominasi niche yang anda masuki.
  2. Anda melakukan langkah-langkah yang perlu untuk membuat website anda mendapat ranking setinggi mungkin di mesin pencari untuk kata-kata kunci (keywords) yang sering digunakan target audien tersebut. Langkah ini meliputi berbagai hal yang anda lakukan terhadap situs itu sendiri on-site (sebaiknya pastikan situs Anda search engine friendly sejak awal). Kemudian langkah ini juga termasuk melakukan berbagai aktivitas off-site yang bertujuan membuat website lain menaut ke situs anda.
  3. Anda memantau perkembangan website anda di mesin pencari secara konstan atau terus menerus dan melakukan berbagai penyesuaian atas strategi SEO pada saat dibutuhkan.

Perlu dicatat bahwa SEO bukanlah aktivitas online untuk menghasilkan traffic/pengunjung (atau mempromosikan) website anda. Walaupun goal akhirnya adalah traffic. Aneh dengan pernyataan ini? Coba pahami lagi.

Apa yang BUKAN SEO

  • Beriklan online (online advertising), yaitu membeli promosi untuk mendapat traffic dari situs lain itu BUKAN SEO. Itu adalah promosi situs (site promotion) meskipun link promosi yang dibeli bisa saja membantu ranking di mesin pencari.
  • Public relation (press release, iklan pada media masa, review dari blog) BUKAN SEO. Sekali lagi ini adalah promosi situs, yang mungkin bisa menghasilkan tautan ke situs anda dan mungkin membantu ranking di mesin pencari.
  • Membuat website yang mengeksploitasi kelemahan algoritma mesin pencari dengan tujuan mendapat peringkat #1 dalam waktu yang singkat BUKAN SEO. Ini adalah search engine spamming, yang tidak akan saya bahas lebih lanjut.
  • SEO bukan trik untuk mendapatkan ribuan pengunjung ke website anda secara instan.
  • SEO tidak selalu gratis – beberapa teknik SEO yang efektif butuh biaya.
  • Membuat buku dan e-book dan memberikannya secara gratis ke pengunjung situs anda BUKAN SEO.

Namun sebagian besar dari aktivitas-aktivitas yang BUKAN SEO di atas BISA menjadi bagian strategi SEO bila anda ingin melakukannya dengan cara demikian.

Jangan lupa bahwa SEO itu sendiri adalah salah satu bagian dari strategi yang lebih besar untuk mempromosikan situs anda. Pisahkan dan pahami lagi aktivitas promosi lainnya dari aktivitas SEO.

Kembali ke atas

Panduan SEO #2: Menyesuaikan Strategi

Memahami Cara Kerja Mesin Pencari

Wajar kalau anda ingin menempatkan website Anda pada posisi #1 untuk kata kunci yang dipilih, konsekuensinya anda harus memahami bagaimana cara kerja mesin pencari. Artinya, anda tidak hanya harus tahu faktor apa saja yang digunakan search engine untuk memberi peringkat pada sebuah website, anda juga harus tahu bagaimana mesin pencari menelusuri halaman-halaman situs dan menyusun indeks.

Dalam beberapa tahun terakhir ini search engine sudah banyak mengalami perubahan, dan masih terus memperbarui algoritmanya secara berkala. Jadi pada saat mempelajari bagaimana cara kerja mesin pencari, harus dipahami hal-hal berikut:

  • Pahami goal apa yang hendak dicapai oleh mesin pencari
  • Ketahui perubahan algoritma mesin pencari
  • Update pengetahuan anda atas berbagai perkembangan di dunia mesin pencarian

Kunci penting strategi SEO adalah mendapat pengetahuan terkini, terutama tentang berbagai perubahan pada search engine.

Menyesuaikan Strategi SEO

Hal yang perlu dicatat tentang SEO adalah bahwa tidak ada satu rumus baku. Setiap proyek SEO perlu penyesuaian yang berbeda dan tepat.

Tentu saja satu formula yang mungkin sudah anda ketahui akan memberikan hasil, namun hasil tersebut tidak akan seefektif rencana yang khusus dibuat untuk kebutuhan proyek tertentu.

Walaupun prinsip umumnya tetap sama dan bisa diterapkan pada semua proyek SEO, ada perbedaan pada bagian analisis, kesimpulan, dan langkah selanjutnya (sebagai keputusan dari kesimpulan tersebut).

Putuskan apa yang harus anda fokuskan, lakukan analisa kompetitif, dan evaluasi seberapa sulit atau mudahnya website anda mencapai peringkat untuk kata kunci tertentu.

Setiap website punya tujuan yang berbeda, tujuan ini yang akan menentukan jenis keyword apa yang ingin anda sasar, bagaimana komposisi audien-nya, seberapa berat persaingannya, seberapa banyak modal dan waktu yang anda miliki.

Kembali ke atas

Panduan SEO #3: Contoh Menyesuaikan Strategi

Setiap website punya goal yang berbeda, goal ini yang akan menentukan jenis keyword yang ingin diincar, bagaimana komposisi audien-nya, seberapa besar persaingannya, seberapa kuat modal dan waktu yang mampu anda keluarkan.

Di panduan SEO nomor 3 ini akan saya tampilkan contoh kustomisasi strategi SEO pada dua jenis proyek yang berbeda:

Situs A adalah situs informasi (bukan situs produk) yang fokus pada niche tertentu. Sifat ini menentukan kata kunci/keyword yang hendak “ditembak”. Kata-kata kunci tersebut (begitu juga dengan target niche-nya) memiliki tingkat persaingan rendah, sehingga dibutuhkan sedikit saja kerja, waktu, dan biaya yang perlu dikeluarkan agar Situs A ini mendapat posisi #1 untuk target keyword-nya. Kemudian, ditentukan bahwa Situs A ini akan sangat mengandalkan traffic dari mesin pencari.

Dengan informasi ini, ada dua alternatif solusi – pertama, anda bisa menekan biaya dengan melakukan SEO ‘gratis’ dan tidak perlu mengeluarkan ongkos untuk membayar tautan dan directory submission. Atau, anda bisa menghemat waktu dengan membayar beberapa direktori dengan otoritas tinggi untuk menempatkan tautan agar hasilnya cepat berefek di mesin pencari.

Contoh lain:

Situs B adalah website korporat sebuah perusahaan yang sedang berkembang pesat dalam industri yang cukup kompetitif secara offline, tapi persaingan di dunia online-nya belum terlalu sengit. Sebagian kata kunci yang lazim digunakan dalam industri ini memiliki tingkat kompetisi rendah sampai menengah.

Kemudian diketahui bahwa mesin pencari hanya salah satu aspek dalam strategi online marketing perusahaan tersebut. Tujuan utama situs ini adalah untuk menekankan keunggulan layanan dan produk mereka, dan mengincar sejumlah kata kunci utama (dengan level persaingan yang tinggi).

Berdasarkan informasi ini, anda tahu bahwa untuk mendapat posisi #1 perusahaan harus menginvestasikan waktu dan uang. Membayar directory submission menjadi wajib, begitu pula membeli tautan. Sebagian dari kata kunci tersebut juga perlu upaya link building terpadu dan ter-koordinasi serta biasanya perlu waktu cukup lama sebelum hasilnya terlihat di halaman pertama SERP (Search Engine Results Page).

Dalam kasus ini, strategi SEO anda juga akan tergantung pada seberapa luwes kebebasan anggaran Anda dan dalam hal melakukan perubahan pada website, karena anda mungkin diminta memperlihatkan dulu contoh hasil terdahulu sebelum proposal anggaran disetujui, dan dana yang dibutuhkan cair. Selain itu, melakukan perubahan pada situs korporat biasanya tidak terlalu mudah karena hambatan-hambatan birokratis dan non-teknis lainnya.

Tentu saja, apapun jenis proyeknya, anda harus memutuskan sendiri kustomisasi strategi SEO yang harus dibuat, saya bisa memandu, tapi andalah yang harus membuat keputusan.

Kembali ke atas

Panduan SEO #4: Cara Berpikir SEO

Search Engine Optimization bukan program ‘cepat kaya’, juga bukan aktivitas jangka pendek yang hanya memberi hasil sementara dengan resiko di-blacklist oleh mesin pencari.

Walaupun panduan SEO ini tidak membahas etika SEO, menurut saya mesin pencari menyediakan layanan, adapun panduan dan kebijakan yang mereka keluarkan bukanlah ‘hukum’ atau aturan, tapi sebatas pernyataan umum (general statement).

Pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan seringkali ambigu dan tidak memberi petunjuk jelas tentang apa yang harus dilakukan ‘pelaku SEO’ agar kata kunci yang diincar mendapat peringkat di SERP (Search Engine Results Page).

Meski begitu, mempertaruhkan website anda dengan melakukan optimalisasi yang bertentangan dengan kebijakan mesin pencari dan bisa terdeteksi oleh mesin pencari adalah tindakan bodoh.

Ada banyak cara yang lebih baik untuk mendominasi SERP tanpa  harus melakukan hal-hal yang bisa membuat situs anda ditendang oleh Google, Bing atau Yahoo.

Cara berpikir dalam SEO harus bersifat jangka panjang- kalau anda melakukan SEO untuk keuntungan jangka pendek, maka itu bukan SEO, tapi trik untuk mengeksploitasi kelemahan mesin pencari.

SEO adalah proses yang butuh waktu, sejumlah faktor yang digunakan untuk menentukan posisi di Google misalnya, menggunakan waktu sebagai elemen yang diperhitungkan.

Konsep seperti link-agingsandbox (atau trustbox, tergantung perspektif anda), quality filter, dan domain-aging (jangan kuatir, konsep-konsep ini akan dijelaskan nanti) membuat situs anda tidak mungkin menjadi nomer 1 dalam sekejap – setidaknya bukan di Google.

Untuk contoh sebelumnya (Situs A dan B):

  • Site A akan menempati posisi #1 dalam 1 – 6 bulan, tergantung pada apa yang anda lakukan dan seberapa kuat situs yang saat ini menempati posisi #1.
  • Site B, butuh waktu 6 – 12 bulan untuk mencapai puncak, sekali lagi tergantung seberapa cepat anda bergerak dan keyword apa saja yang diincar.

SEO butuh waktu agar efektif, jadi apapun yang anda rencanakan, pastikan bahwa rencana tersebut bersifat jangka panjang dan perhitungkan konsekuensi jangka panjang dari tindakan anda.

Punya Cara Pikir Sendiri

Sering saya melihat pelaku SEO yang mengikuti apapun yang diajarkan “guru”, atau percaya apapun yang dikatakan Google seperti mempercayai kitab suci.

Tapi seperti apa yang saya bilang sebelumnya di panduan SEO ini – ada banyak cara untuk meng-eksekusi SEO, dan tentu saja tidak ada yang ‘salah’ atau ‘benar’ dalam SEO. SEO adalah tentang strategi yang paling efektif dalam membuat situs anda berada di puncak halaman hasil pencarian (SERP), dan itulah yang harus menjadi fokus anda.

Percaya saja semua yang Google atau ‘guru SEO’ bilang tidaklah baik. Anda harus mempertimbangkan opini pihak lain yang bertentangan, bandingkan dengan hasil yang anda dapatkan, dan kalau memungkinkan lakukan eksperimen anda sendiri.

Satu contoh, yaitu tentang tautan berbayar (paid links). Google secara jelas mengatakan bahwa paid links untuk tujuan mendapat ranking di mesin pencari tidak bisa ditoleransi dan situs yang melakukannya akan kena penalti, namun di sisi lain paid links untuk tujuan traffic (iklan langsung) itu oke-oke aja. Ini menimbulkan perdebatan di dunia SEO; apakah tautan berbayar “benar atau salah”.

Jangan jadi budak Google atau orang lain yang mengajarkan anda tentang SEO – tidak ada satu rumus universal untuk semua situasi dalam SEO, dan oleh karena itu tidak ada ‘benar’ atau ‘salah’.

Namun ini juga bukan berarti anda harus bertentangan dengan Google. Anda cuma harus berpikiran terbuka dan fokus pada apa yang terbukti berhasil dan dijamin bertahan untuk jangka panjang.

Jangan percaya begitu saja apapun yang dikatakan Google, atau para “dewa SEO”, atau panduan SEO pemula ini. Perhatikan perkembangan dunia SEO, fokus, dan gali pengalaman anda sendiri.

Kembali ke atas

Panduan SEO #5: Pentingnya Sistem dan Prioritas

Memiliki sebuah ‘sistem‘ untuk mencapai tujuan adalah langkah berikutnya untuk seseorang yang harus menyelesaikan suatu jenis proyek lebih dari satu kali. Contoh;
desainer web yang harus menyelesaikan 10-20 situs setiap tahun punya sistem, programmer yang bekerja pada proyek, patuh pada sistem kerja mereka, dll.

Kalau anda belum punya sistem, sekarang saatnya memikirkan SEO sebagai sebuah sistem aktivitas dan proses yang efektif untuk menghasilkan trafik terarah (targeted traffic) bagi website anda dari mesin pencari.

Suatu sistem disebut efektif jika sistem tersebut dapat membantu anda memenuhi target setiap saat anda menjalani proyek yang serupa (bukan sama – karena tidak pernah ada proyek yang sama).

Dan seperti yang dijelaskan sebelumnya tentang cara berpikir SEO, fokus pada cara kerja yang paling efektif dan bisa konsisten dalam jangka panjang, bukan yang paling mudah atau murah, atau paling cepat, atau apa yang dibilang Google (dan mesin pencari lainnya).

Kerjakan apa yang berhasil saat ini dan nanti.

Buat Prioritas

Kalau sudah punya sistem dasar untuk melakukan berbagai aktivitas SEO, membuat prioritas dan menentukan tugas mana yang harus dikerjakan lebih dulu akan jadi lebih mudah.

Seperti halnya dalam kehidupan nyata, di SEO juga terdapat sejumlah aktivitas yang perlu waktu dan usaha tapi berdampak besar pada peringkat di mesin pencari. Ingat aturan 80-20 (hukum Pareto) Hal ini juga berlaku di SEO, dan tentu ini membuat hidup kita sebagai SEOer jadi lebih mudah.

Tugas-tugas SEO yang paling penting butuh waktu sekitar 15-25% dari daur hidup proyek SEO, dan memberikan pengaruh sebesar 70-85% terhadap hasil. Misal:

  • Mengoptimalkan title tag pada blog anda cuma butuh waktu kurang dari 2 menit, tapi hasilnya sangat jelas pada bagaimana halaman-halaman blog tersebut tampil di mesin pencari.
  • Membayar listing direktori (directory submission) di Yahoo butuh waktu 5 menit, tapi tautan yang anda bayar tersebut lebih berharga daripada men-submit ke 100 direktori gratis yang sudah sekarat dibombardir spam. Saat ini link dari direktori bisnis tidak besar pengaruhnya untuk SEO. Gunakan teknik link building lain yang lebih efektif.

Tanyakan diri sendiri seberapa penting yang anda lakukan sebelum anda melakukannya, inilah yang menjadi dasar prioritas. Jadikan ‘bertanya pada diri sendiri’ ini sebagai kebiasaan, karena dengan begitu anda menghemat banyak waktu dan membuat anda lebih fokus pada hal-hal yang lebih penting dalam SEO.

Ranking BUKAN Segalanya!

Kenyataannya, traffic yang melimpah (karena menempati halaman 1 atau posisi #1) dari hasil SEO tidak ada gunanya kalau anda tidak punya cara untuk memanfaatkan traffic tersebut. Ini fakta.

Kalau anda punya tujuan khusus untuk website tersebut, anda juga akan punya gambaran jelas tentang target audien dan apa yang seharusnya mereka lakukan (action) saat mereka mengunjungi website anda.

Mungkin saja action ini berupa pendaftaran (signup), penjualan, klik pada iklan, memasukkan alamat email, feed/RSS subscription, dll.

Kalau situs anda tidak melakukan ‘tugasnya’, maka semua peringkat dan traffic yang didapat terbuang sia-sia.

Kesimpulannya; SEO adalah sesuatu yang hebat kalau berhasil, tapi anda juga harus tahu bagaimana memanfaatkan traffic tersebut sebaik mungkin.

Kembali ke atas

Panduan SEO #6: Strategi Diversifikasi SEO

Search Engine Optimization adalah proses untuk mengarahkan trafik pengunjung dari mesin pencari ke sebuah website. Proses ini tidak mungkin dimengerti kalau belum paham bagaimana cara kerja mesin pencari. Secara khusus, sebelum belajar SEO lebih lanjut, kita harus mengerti dulu:

  1. Bagaimana mesin pencari membaca (dan meng-indeks) sebuah website
  2. Bagaimana mesin pencari memberi peringkat/ranking
  3. Kenapa mesin pencari mengubah algoritma
  4. Bagaimana (dan kapan) mesin pencari mengubah algoritma

Poin 1 dan 2 relatif mudah dipahami (poin 2 adalah alasan kenapa industri SEO berkembang). Ada banyak informasi salah, tapi selama anda punya sumber yang tepat, mempraktekkan sendiri dan belajar menyaring yang perlu dan tidak, anda akan punya gambaran tentang bagaimana mesin pencari memberi peringkat.

Poin 3 dan 4 memberi banyak kesulitan bagi SEO, terutama karena:

  • Perubahan pada algoritma bisa membuat peringkat sebuah situs berubah, dan ada kemungkinan situs anda kehilangan peringkatnya yang sudah puncak.
  • Tidak tahu kapan mesin pencari meng-update algoritmanya (setidaknya sampai anda melihat perubahan yang jelas atau seseorang di forum mulai membahasnya) berarti anda sebagai webmaster tidak akan pernah tahu kapan perubahan pada mesin pencari akan berefek negatif.

Ketidakpastian pada mesin pencari, artinya bila trafik dari mesin pencari adalah satu-satunya sumber trafik website anda, dan website anda adalah satu-satunya sumber penghasilan, maka hidup anda tergantung pada kehendak Google.

Ini tentu saja menakutkan, dan ketakutan ini yang menyebabkan ‘kepanikan’ yang sering (atau akan) anda lihat di berbagai forum SEO saat membahas tentang update mesin pencari.

“Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang”, jangan mengandalkan penghasilan dari satu sumber saja. Kalau trafik kunjungan situs anda sebagian besar berasal dari mesin pencari, lakukan diversifikasi; tingkatkan trafik dari forum dan situs lainnya, bangun juga readership. Kalau income utama anda dari AdSense, diversifikasi dalam bentuk lain seperti affiliate marketing, membuat produk sendiri, dll.

Dan kalau semua penghasilan anda berasal dari dunia online, diversifikasikan lebih lanjut dengan penghasilan dari dunia offline.

Prinsip-prinsip smart money-making tetap berlaku, dan melampaui batasan-batasan offline/online. Sekali lagi:

JANGAN pertaruhkan semua modal (materil dan imateril) pada satu website, satu jenis trafik, dan satu sumber atau satu jenis penghasilan. Lakukan diversifikasi.

Hal penting berikutnya yang harus dicatat dari Panduan SEO ini adalah:

Kalau anda paham apa yang diinginkan mesin pencari, maka membuat rencana ke depan dan mengelola kampanye SEO anda akan lebih mudah sehingga setiap ‘update’ dapat menguntungkan ranking situs anda.

Coba pikir lagi – biasanya pada setiap update para webmaster sibuk mencari tahu apakah situs mereka kehilangan peringkat #1 nya atau tidak. Bagaimana kalau anda bisa membuat sebuah sistem yang menguntungkan posisi situs anda, tidak peduli perubahan algoritma apa yang terjadi di Google atau Yahoo.

Kembali ke atas

Panduan SEO #7: Memahami Mesin Pencari

Jadi bagaimana sesungguhnya cara kerja mesin pencari dalam konteks SEO (Search Engine Optimization)?

Indeks Mesin Pencari

Walaupun penting untuk memahami bagaimana cara mesin pencari ‘membaca’ sebuah situs web dan menyimpannya di dalam indeks, bagi kita pelaku SEO adalah lebih relevan untuk mengetahui bagaimana caranya agar situs kita bisa tercantum dalam indeks mesin pencari.

Hanya ada satu cara ‘benar’ agar website kita cepat terindeks, dan cara tersebut adalah: Mendapat tautan/link (tepatnya inbound link)dari website lain yang mengarah ke situs kita (melakukan link building).

Cara yang “tidak benar” adalah; menggunakan form pendaftaran (inclusion/submission form) pada mesin-mesin pencari, menggunakan software yang “menjamin” situs web anda terdaftar di mesin pencari, membayar spammer yang menawarkan jasa agar website anda tercantum di 100+ search engine

Semuanya itu cuma buang-buang waktu dan biaya. Hindari cara-cara tersebut, dan jangan gunakan submission form pada mesin pencari.

Kenapa?

Karena membuat website anda terindeks oleh mesin pencari adalah hal yang mudah KALAU anda tahu caranya.

Terus bagaimana caranya saya mendapat tautan dari situs lain?

Ada beberapa cara untuk mendapat tautan ke website anda dengan mudah dan gratis (lebih banyak lagi cara kalau anda mau keluar uang) dimana situs baru anda akan ter-indeks di Google dalam 2-4 hari sejak pertama online dan dalam hitungan jam bahkan menit setelah mendapat tautan.

Untuk memahami mesin pencari dan mendapatkan inbound link terbaik untuk website anda, ketahui satu hal;

Crawling Frequency

Crawling adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan perilaku bot/spider mesin pencari (bot singkatan dari robot) yaitu program komputer yang berfungsi untuk ‘membaca’ situs. Robot atau ‘laba-laba’ ini memanfaatkan tautan untuk bergerak dari satu situs ke situs lainnya – itu sebabnya anda perlu tautan ke situs anda.

Crawling frequency adalah angka yang menyatakan seberapa sering sebuah situs ‘dibaca’ oleh mesin pencari. Frekuensi ini tergantung pada beberapa faktor, tapi ada dua faktor utama yang harus anda perhatikan:

  1. Kesegaran/freshness (seberapa sering konten situs diperbarui)
  2. Site importance (berapa banyak tautan yang menaut ke situs tersebut)

Kalau anda mendapat tautan dari situs yang sering di-update, sudah bisa dipastikan bahwa tautan ke situs anda akan cepat ditemukan oleh si “laba-laba” dan tentu hasilnya situs anda ter-indeks dengan cepat.

Contoh:
Performancing.com adalah situs populer untuk blogger profesional – diperbarui setiap hari dan memiliki puluhan ribu link yang menaut ke sana dari berbagai situs dan blog lainnya.

Satu saja tautan dari Performancing.com ke situs anda akan membuat robot mesin pencari segera mengetahui keberadaan situs anda.

Contoh lain:
Article direcory seperti EzineArticles.com biasanya di-update beberapa kali dalam sehari (dengan banyak artikel baru diunggah setiap harinya) dan punya ribuan tautan masuk (inbound links). Mengirim satu artikel ke direktori seperti itu (dan dilakukan dengan benar) akan membuat situs anda ter-indeks dengan cepat.

Ada banyak software gratis ataupun berbayar yang mempermudah pengiriman artikel ke ratusan article directory di internet. Dengan mengirim artikel, bukan saja anda mendapat tautan berkualitas dari article directory, tapi juga ada kemungkinan situs lain akan mengambil dan memuat artikel anda, yang hasilnya adalah lebih banyak lagi tautan yang ‘menunjuk’ situs anda.

Cara yang lebih baik; lakukan guest blogging pada blog yang punya otoritas..

Contoh berbayar:
Yahoo Directory (http://dir.yahoo.com/) adalah direktori online. Ongkos pasang link di direktori tersebut sebesar $299/tahun, tentu bukan biaya murah untuk kebanyakan dari kita.

Keuntungannya senilai dengan harganya. Tercantum di Yahoo Directory (proses yang butuh waktu seminggu – karena situs anda di-review dulu) tidak hanya menjamin bahwa situs anda terindeks di semua mesin pencari, peringkat situs anda di halaman pencarian juga akan terdongkrak (terutama di Yahoo, yang mencantumkan juga isi direktori pada halaman hasil pencariannya DAN memberi prioritas lebih pada situs-situs yang tercantum dalam direktori tersebut).

Contoh-contoh di atas menunjukkan bagaimana anda bisa menggunakan link berkualitas tinggi agar situs anda dapat ter-indeks dengan cepat.

Sumber-sumber tautan berkualitas seperti di atas relatif mudah didapat, kalau tahu cara benar untuk melakukannya. Tentu akan saya jelaskan caranya dalam Panduan SEO ini, tapi untuk sekarang kita lihat dulu  ‘teka-teki’ lainnya: halaman hasil pencarian (SERP – Search Engine Result Page) dalam artikel berikutnya.

Kembali ke atas

Panduan SEO #8: Komponen SERP: Search Engine Results Page

Search Engine Results Page (SERP) atau mungkin kalau di-Indonesiakan secara bebas sebagai halaman hasil pencarian adalah halaman yang anda lihat setelah anda mengetikkan kata kunci yang dicari pada berbagai mesin pencari (search engine). Halaman tersebut berisi tautan ke berbagai situs yang dianggap paling relevan dengan kata kunci yang anda cari.

Perlu dicatat bahwa mesin pencari memberi peringkat pada masing-masing halaman sebuah website, bukan pada website itu sendiri. Ini hal mendasar, tapi maknanya mendalam, karena itu berarti bahwa anda bisa meng-optimalkan masing-masing halaman untuk kata kunci yang berbeda. Ini menguntungkan karena situs anda memiliki banyak ‘pintu masuk’ dan peluang yang lebih besar untuk mendapat trafik pengunjung.

Tiap search engine (kita hanya memfokuskan 3 mesin pencari utama, dan lebih khusus lagi pada Google) memberi peringkat dan menampilkan hasil pencarian dengan cara berbeda.

Mengetahui bagaimana masing-masing mesin pencari (Google, Yahoo, dan Bing) menampilkan hasil pencarian adalah hal penting, karena dari SERP masing-masing search engine tersebut anda bisa melihat petunjuk penting tentang berbagai ‘pintu masuk’ atau entry point untuk kata kunci yang anda incar.

Kemudian, memahami komponen-komponen yang ditampilkan pada listing hasil pencarian akan membantu anda mengoptimalkan website.

Kebanyakan pencari tidak akan melihat lebih dari halaman pertama SERP. Alasannya? Karena pencari menemukan apa yang mereka cari dari 10 hasil yang ditampilkan, atau mereka mengulang pencarian dengan kata kunci yang lebih tepat.

Coba pikirkan pola pencarian anda sendiri – apakah anda menggali sampai halaman ke-20 dari hasil pencarian untuk menemukan yang dicari, atau anda meng-klik beberapa hasil pertama dan menjelajah beberapa situs lalu kembali ke query pencarian untuk memperbaiki frase yang digunakan?

Kebiasaan ini sudah menjadi suatu pola berulang (cari, jelajah, perbaiki, ulang – sampai menemukan apa yang dicari).

Oleh karena itu, halaman pertama hasil pencarian bisa dianggap sebagai ‘lahan real estate’ bernilai tinggi.

Semakin banyak anda mengetahui apa yang ada di halaman tersebut (dan bagaimana caranya masuk ke situ), makin bagus peluang situs anda berada di ‘lahan’ tersebut.

Masing-masing search engine menampilkan beberapa informasi yang sama pada SERP mereka:

  • Pencarian tersponsor (sponsored ads – pada bagian atas atau kolom kanan hasil pencarian)
  • Pencarian terkait (related searches – untuk membantu memperbaiki query pencarian)
  • Tautan ke sejumlah halaman internal atau content properties seperti:
    • Google News, Google Finance, Google Groups, Google Images, Google Maps, Google Video
    • Yahoo Shopping, Yahoo News, Yahoo Finance, Yahoo Answers, Yahoo Maps, Yahoo Sports, Yahoo Video, Yahoo Directory
    • Live QnA
  • Hasil pencarian organik (alami, sesuai algoritma pencarian)

Semua hal di atas adalah jalan untuk masuk ke top 10 halaman pencarian untuk kata kunci incaran anda dan menawarkan alternatif pintu masuk ke halaman pertama SERP. Pencarian gambar (Image Search) misalnya, bisa mengarahkan banyak trafik ke situs anda.

Hasil Pencarian

Setiap mesin pencari menampilkan hasil pencarian dengan cara yang hampir sama – judul halaman + beberapa baris deskripsi halaman yang biasanya diambil dari halaman itu sendiri atau dari listing di DMOZ. (dmoz.org adalah direktori situs internet terbesar yang diedit secara manual)

Kadang Google dan Yahoo juga menampilkan tautan tambahan dari halaman internal mereka. Yahoo misalnya menampilkan listing dari Yahoo Directory apabila situs yang relevan dengan pencarian ada di direktori tersebut.

Bing menawarkan lebih sedikit informasi, tapi ini bisa berubah seiring perkembangannya.

Adanya tautan tambahan (site links) ke seksi tertentu di website anda di SERP akan membantu pencari mempersempit pencarian mereka di situs anda, membuat mereka lebih mudah menemukan apa yang dicari (dan kalau dilakukan dengan benar, maka trafik yang dihasilkan lebih banyak).

Tidak semua website mendapat ‘bonus’ ini dari mesin pencari. Kepopuleran situs (dari banyaknya tautan yang ‘menunjuk’ situs tersebut) berpengaruh, tapi untuk mendapat site links adalah dengan membuat struktur navigasi yang jelas di website, atau halaman situs (web page – bedakan artinya). Navigasi yang dapat dengan mudah diakses baik oleh mesin pencari dan pengguna (manusia). Dengan kata lain, cara anda mengorganisir situs dan dimana anda menempatkan link navigasi berperan penting disini.

Yahoo menawarkan pilihan ‘get more results’, Google juga memberikan opsi ‘similar pages’ (keduanya menampilkan halaman-halaman serupa dengan halaman yang ditampilkan pada SERP, berdasarkan pada analisa backlink dan topik situs).

Catatan: Sepertinya mesin pencari mulai menawarkan fasilitas ‘bookmark’ pada hasil pencarian – Google sudah menawarkan ini dengan opsi ‘Note this’.

Emang penting yah?

Kalau situs anda populer, kategori yang ditampilkan sebagai site links akan terasa efeknya.

Tapi kalau situs tidak mendapat site links, maka fokus perhatian adalah pada judul halaman (page title) dan deskripsi (description) yang ditampilkan pada halaman hasil pencarian.

Ada empat elemen utama pada hasil pencarian individu.

  1. Judul halaman (page title), yang diambil dari title tag halaman tersebut.
  2. Deskripsi situs/halaman yang biasanya diambil dari tag meta description kalau ada (dan itu yang terjadi pada kasus di atas). Kalau tidak ada, mesin pencari biasanya mengambil potongan dari teks yang mengandung kata kunci pencarian, atau menggunakan deskripsi dari listing Dmoz.
  3. URI halaman. Buat URI ini sejelas mungkin agar pencari dapat dengan mudah mengira-ngira ke mana mereka akan ‘mendarat’.
  4. Site links adalah ‘hadiah’ untuk navigasi yang jelas seperti yang saya jelaskan di atas – navigasi yang baik seperti ini juga mendongkrak ranking dan sebaiknya diterapkan sejak awal.

Perhatikan judul halaman, deskripsi, dan URI, karena ketiga elemen ini yang akan menjadi kesan pertama di mata pencari tentang situs anda pada SERP. Kesan pertama ini yang akan menjadi bahan keputusan pencari, apakah mereka akan meng-klik-nya atau lanjut ke hasil pencarian berikutnya.

Search engine marketing (SEM) bukan hanya berkutat pada aspek teknis yang ‘benar’ , tapi juga pemahaman tentang cara menulis yang tepat agar didapat klik pengunjung yang maksimal, dan akhirnya ranking situs yang tinggi dapat dimanfaatkan sepenuhnya.

Kembali ke atas

Panduan SEO #9: Membuat Rencana SEO

Percuma punya informasi tapi tidak punya pengetahuan dan keinginan untuk menggunakannya secara efektif. Setelah punya keinginan, anda harus punya rencana. Dalam ilmu manajemen, rencana terbaik adalah rencana yang fleksibel, tapi mengandung rincian yang cukup untuk memandu anda dan memungkinkan anda untuk mengubahnya sesuai kebutuhan.

Panduan SEO nomer 9 ini akan memperkenalkan 4 fase dalam perencanaan SEO.

Kenapa 4, bukan 5 atau 3? Yah, karena buat saya 4 langkah ini memberikan hasil terbaik – dan 4 langkah ini adalah template untuk kampanye SEO yang biasa saya lakukan. Empat fase ini bukan rumus baku, silakan saja anda ubah (bukan dikurangi substansinya). Misal pada fase peluncuran situs, kalau anda merasa fase tersebut sebaiknya dipecah menjadi 2, lakukan saja. Kemudian kalau anda mau menggabungkan langkah 2 dan 3 (optimalisasi situs dan peluncuran situs), silakan gabungkan. Bebas.

Apapun perubahan yang anda buat, tetap lakukan langkah-langkah yang harus dilakukan, diubah boleh, dikurangi jangan. Hehe..

Fase 1: Riset

Ini bagian penting pertama dari perencanaan SEO dan sebetulnya tidak terlalu sulit dan membosankan seperti yang diduga banyak calon SEO er.

Harus diakui, saya sendiri bukan orang yang suka tenggelam dalam merencanakan dan melakukan riset ini. Saya sendiri biasanya ‘just do it‘ dan memperbaiki berbagai hal belakangan. Riset harus dilakukan, tapi jangan sampai membuat anda terlalu banyak menimbang sehingga tidak pernah beraksi.

Fase riset ini juga sangat mudah dilewatkan, bisa karena tidak tahu caranya, bisa karena godaan untuk ‘just do it‘ terlalu tinggi pada saat menemukan sesuatu yang menurut anda menarik. Apapun alasannya, ingat satu hal; kalau anda ingin menaklukkan segmen pasar yang diincar, anda HARUS melakukan riset. Titik.

Menentukan Tujuan

Apa goal situs anda, bayangkan audien ideal untuk situs tersebut.

Keyword Research

Kalau anda sudah tahu topik yang akan diambil (dan punya gambaran tentang audien anda), kumpulkan kata kunci apa saja yang biasa digunakan dan data yang terkait dengan keyword tersebut.

Competitive Analysis

Analisis persaingan yang akan dihadapi. Siapa yang menjadi pesaing, dan apa yang sudah mereka lakukan dalam melakukan SEO atau aktivitas online marketing lainnya.

Fase 2: Optimalisasi Website

Fase ini berbeda untuk tiap proyek SEO, tergantung pada apakah situs tersebut baru atau sudah lama/mapan.

Keyword dan Konten Situs

Bagaimana cara menggunakan keyword pada situs anda, bagaimana memecah kata-kata kunci tersebut pada beberapa halaman dan bagaimana cara mengorganisir situs berdasarkan kata kunci.

On-Page SEO

Optimalisasi elemen halaman situs; title tag, meta tag, penggunaan keyword dan menghindari duplikasi konten.

Arsitektur Situs

Arsitektur situs adalah tentang bagaimana anda mengatur halaman-halaman situs (internal linking), search engine friendly URL dan penggunaan sitemap.

Fase 3: Peluncuran Situs

Dasar-dasar Link Building

Hal-hal dasar pada praktek link building yang efektif, jenis tautan yang dibutuhkan, dan bagaimana anda akan melakukannya dalam jangka panjang.

Site Launch Links

Jenis-jenis tautan yang dibutuhkan saat situs pertama kali diluncurkan agar keberadaannya diketahui mesin pencari, agar halaman-halaman situs ter-indeks dan sekaligus terdongkrak posisinya karena trust dan authority yang diperoleh.

Fase 4: SEO Jangka Panjang

Sudah dijelaskan sejak awal bahwa Search Engine Marketing adalah komitmen jangka panjang dan harus dilakukan secara konsisten. Ini berarti anda harus konsisten membangun konten, konsisten melakukan link building dan konsisten memonitor hasilnya (berdasarkan traffic dan posisi pada SERP), kemudian lakukan adaptasi pada aktivitas SEO anda.

Sumber-sumber Tautan

Dari mana situs anda mendapat tautan/link? Tidak semua link memiliki nilai yang sama, sebagian jenis tautan malah sebaiknya dihindari karena toxic.

Link Partner

Bagaimana menggunakan mesin pencari untuk menemukan link partner yang potensial.

Menilai Tautan

Bagaimana menilai kualitas sebuah link, dan bagaimana kualitas ini mempengaruhi praktek link building.

Konten Berkualitas

Konten bagaimana yang tepat untuk menyisipkan tautan dan bagaimana membentuk kebiasaan untuk membuat konten berkualitas.

Monitoring

Menggunakan tools analisis dan search ranking data untuk mempersempit dan mengarahkan kampanye SEO/link building.

Itulah hal-hal yang harus anda ketahui dan cantumkan pada saat membuat rencana SEO. Ini hanya gambaran dulu. Setiap fase diatas akan dijelaskan berikutnya.

Kembali ke atas

Panduan SEO #10: Penentuan Tujuan

Panduan SEO nomer 10 ini menekankan bahwa upaya SEO tidak ada gunanya kalau anda tidak punya gambaran jelas tentang:

  • goal website yang di-SEO-kan
  • siapa yang menjadi target audiennya
  • apa yang anda ingin mereka lakukan saat mengunjungi website Anda
  • apa tujuan jangka panjang anda sendiri
  • kemajuan yang dicapai dari waktu ke waktu

Selain itu, anda harus tahu cara terbaik untuk menarik perhatian audien (kata kunci yang paling menarik perhatian) dan berapa besar upaya yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan (analisa persaingan/competitive analysis).

Apa Goal Website Anda?

Tentukan tujuan yang hendak dicapai oleh website anda, tuliskan besar-besar pada kertas atau whiteboard atau media apapun yang mudah terlihat, jangan menulisnya pada komputer kalau harus membuka filenya dulu secara manual.

Bagi sebagian orang, website adalah perpanjangan kehidupan/minat/bisnis mereka, bertujuan untuk mempublikasikan dan menarik perhatian atas apa yang dikerjakan di dunia offline. Untuk sebagian lagi, website ADALAH minat/bisnis itu sendiri. Perbedaan ini tentu mempengaruhi banyak hal dan prioritas.

Apa tujuan utama website anda? Apakah untuk menjual sesuatu? Apakah untuk menarik subscriber ke mailing list? Apakah sebagai etalase online untuk menyediakan informasi dasar tentang produk anda pada kustomer?

Untuk sebagian perusahaan, branding adalah tujuan utama memiliki situs. Untuk perusahaan lain, situs berfungsi sebagai sarana pembangun komunitas untuk produk dan/atau jasa mereka.

Tujuan anda (atau tujuan perusahaan ) dan strategi bisnis yang digunakan memiliki pengaruh besar pada cara setup dan kegunaan situs tersebut.

Untuk mempermudah, saya beri dua contoh, berupa kasus ril sebuah perusahaan online, dan contoh fiktif sebuah bisnis offline yang ingin memanfaatkan website untuk menarik klien.

Contoh #1:

Misal StatCounter, sebuah perusahaan online yang dikenal menyediakan jasa traffic tracking. StatCounter menyediakan layanan hit counter yang mudah digunakan, non-intrusif dan gratis, tentu saja itu cuma ‘pemanis’ agar orang mencoba layanan mereka sebelum menjual jasa berbayarnya (yang menghilangkan berbagai limitasi versi gratis).

Jadi kira-kira apa tujuan utama StatCounter?

Tujuan Utama: Menyediakan layanan hit tracking berbayar terbaik

Tujuan utama akan membantu anda fokus dan tetap pada jalur yang benar ketika anda memutuskan apa yang hendak dilakukan dengan situs tersebut. Tujuan bisa lebih dari satu, untuk itu anda membaginya menjadi satu tujuan utama dan satu (atau lebih) tujuan sekunder.

Kembali pada contoh StatCounter, secondary goal mereka kira-kira adalah:

Secondary Goal: Menjual ruang iklan untuk monetisasi popularitas dan trafik pengunjung sebagai income tambahan.

Contoh #2:

Bayangkan kasus imajiner tentang desainer web freelance; Mbah Urip, yang ingin menggunakan situsnya untuk presentasi portofolio. Kebetulan Mbah Urip punya hasrat mengajar dan ingin membagikan pengetahuan melalui situsnya. Tambahan lagi, Mbah Urip ingin mendapat income tambahan selain dari jasa desain, maka ia juga ingin menjual template situs dan custom script di websitenya.

Tujuan Utama: Untuk menarik perhatian calon klien

Secondary Goal #1: Menulis tentang teknik-teknik desain web dan berbagi pengetahuan

Secondary Goal #2: Mendapat income dari menjual script dan template

Yang bagus dari contoh kedua ini bahwa tujuan-tujuan sekunder mbah Urip mendukung dan masih berhubungan erat dengan tujuan utamanya – template dan artikel adalah sarana tambahan untuk menarik lebih banyak kustomer/klien.

Idealnya tujuan sekunder dibatasi sampai paling banyak 3 (lebih sedikit lebih baik). Fokus tunggal sangat membantu dalam mempertajam upaya-upaya SEO anda.

Tentu saja memiliki banyak tujuan dan berharap banyak hal dari situs anda juga bukan sesuatu yang terlarang. Kalau begitu, bagaimanapun caranya pastikan bahwa anda tidak kehilangan fokus dan membiarkan tujuan berkembang terlalu banyak sehingga tidak satupun yang tercapai.

Langit boleh saja jadi tujuan, tapi ingat bahwa anda tetap harus menempuhnya langkah demi langkah.

Kembali ke atas

Panduan SEO #11: Siapa Target Audien Anda?

Setelah anda memutuskan tujuan SEO website Anda, maka langkah selanjutnya adalah menentukan siapa target audien situs anda. Tidak masalah apakah website tersebut menjual sepatu atau hendak menggalang dana, anda harus menentukan siapa target pengunjungnya.

Biasanya orang menggambarkan target audience secara luas, misal:

  • Seorang developer software pembuat resume/CV misalnya mendefinisikan pengunjung situsnya sebagai orang-orang yang butuh resume yang lebih baik
  • Perusahaan yang menjual peralatan stereo high-end mendefinisikan audien situsnya sebagai para penggemar audio fanatik

Sebetulnya akan lebih sederhana dan lebih berpeluang sukses nantinya kalau menentukan jenis audien yang lebih spesifik, kemudian membangun image dari karakter audien tersebut dan melayani klien dari audien spesifik tersebut. Setelah anda menguasai ceruk pasar yang kecil, anda akan lebih mudah melebarkan sayap dan memperluas fokus. Tapi sebelum anda bisa terbang jauh, semuanya adalah tentang niche, niche, niche, fokus, fokus, dan fokus.

Mengambil contoh dari Panduan SEO nomer 10 sebelumnya : Mbah Urip (sang web developer freelance kita) menceritakan target audien yang ada di benaknya:

“Mbah ini mengincar entrepreneur dan bisnis kecil yang serius mengembangkan usahanya, mereka yang butuh tampil mengesankan dan berkualitas tinggi di dunia maya, yang mana hal tersebut akan membantu pencapaian tujuan bisnisnya. Mbah ingin menarik perhatian orang-orang berselera tinggi dan menghargai kualitas.

Tapi, Mbah juga tahu bagaimana sulitnya orang-orang ini mau merogoh kocek mereka untuk membeli desain web berkualitas, jadi Mbah mau memberikan sesuatu dengan biaya murah agar mereka bisa segera memulai bisnisnya dan Mbah juga ingin mengajarkan mereka cara Mbah membangun situs.

Target Mbah juga adalah orang-orang yang cukup mengerti cara kerja situs. Usia bukan masalah, dan berkat internet Mbah ini bisa punya audien potensial di seluruh dunia. Meski demikian, Mbah akan fokus pada audience berbahasa Inggris saja, karena soal desain dan mendapat klien yang paham web saja sudah cukup sulit, apalagi ditambah hambatan bahasa.”

Sebagai tambahan untuk menarik jenis audien lain, Mbah Urip menggunakan skill-nya dengan menyediakan template situs dan tips web design di situs/blognya. Ini membuat skill Mbah Urip lebih ter-ekspos lagi dan klien-nya juga mendapat manfaat tambahan.

Dari contoh di atas, anda melihat bahwa anda harus menggunakan tujuan situs sebagai patokan dalam menggambarkan target audien secara detail – istilah kerennya web savvy, English speaking, dan pemahaman dasar tentang web-design. Sayangnya, kita lihat bahwa meskipun tujuan Mbah Urip ini cukup detail, tetap masih kurang terarah, sehingga dia akan kesulitan nantinya dalam bersaing di ceruk pasar (niche) yang sudah kompetitif tersebut.

Jadi apa yang Mbah Urip harus lakukan?

Beliau berpikir lagi tentang tujuan dan target audiennya, kemudian sampai pada kesimpulan bahwa dia akan lebih memfokuskan keahlian desainnya pada software nge-blog populer, WordPress.

Langkah cerdas, karena makin banyak orang yang beralih menggunakan WordPress sebagai platform blogging, kemudian semakin banyak juga perusahaan yang mulai nge-blog sebagai bagian dari strategi pemasaran dan branding. Maka desainer berkualitas seperti Mbah Urip akan selalu dibutuhkan.

Mbah Urip kemudian juga memutuskan bahwa ia akan mengincar komunitas lokal dulu, agar bisa membangun profil dirinya (branding), dan kemudian memanfaatkan profil tersebut sebagai landasan.

Anda tidak harus meniru langkah ‘go international‘ Mbah Urip ini, tapi idenya bagus yaitu memberi perhatian pada komunitas tersendiri dulu (memilih ceruk pasar yang lebih sempit untuk tahap awal). Biasanya menggarap niche jauh lebih mudah karena kondisinya lebih dipahami, kemudian penguasaan ini juga bisa memberi momentum kuat untuk menguasai segmen yang lebih besar di masa yang akan datang.

Kembali ke atas

Panduan SEO #12: Apa Goal Website Anda?

Pada Panduan SEO kali ini akan dibahas tentang goal – atau tepatnya kegunaan – dari situs anda. Untuk siapa? Pada gilirannya adalah untuk anda, tapi sebelum anda ‘mendapat’ giliran anda harus ‘memberi’ dulu. Jadi goal atau kegunaan situs ini pada awalnya adalah untuk user/audien.

  • Bagaimana situs anda memecahkan masalah utama target audien-nya?
  • Informasi apa yang disajikan untuk pengguna?
  • Tindakan pengguna apa yang anda inginkan pada tiap halaman yang disajikan, dan bagaimana tindakan ini terkait dengan tujuan utama anda?

Mungkin sekarang anda berpikir; itu bukan SEO!

Anda benar. Poin-poin di atas memang bukan SEO tradisional. Hanya harus dipahami bahwa SEO sudah sangat banyak berubah sejak beberapa tahun terakhir, saat para pelakunya sadar bahwa SEO hanyalah satu bagian saja dari proses monetisasi situs. Skill SEO berbeda dengan skill web desain atau copywriting, tetap anda harus tahu elemen keduanya (web desain/copywriting dan SEO) agar hasil SEO terkonversi dengan baik.

Apa gunanya traffic gratis (dari SEO) kalau tidak ada cara untuk mengubahnya menjadi income?

Kita akan bicara tentang conversion analysis nanti, untuk saat ini buatlah list tentang:

  • Informasi/fungsi/halaman apa yang akan disajikan situs anda pada penggunanya?
  • Bagaimana poin-poin pertama di atas berperan dalam mencapai tujuan primer (dan sekunder) situs anda?
  • Langkah apa yang anda ingin para pembaca lakukan di halaman-halaman tersebut?

Setelah membuat list, waktunya mengevaluasi situs anda untuk menilai kondisinya saat ini dan membandingkannya dengan kondisi yang seharusnya.

Analisa Situs Saat Ini (Existing)

Evaluasi situs anda menggunakan cek lis berikut:

  • Apakah sudah fokus pada masalah utama audien? Kalau belum, kenapa, dan apa yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya?
  • Apakah sudah memberikan semua informasi yang diperlukan? Kalau belum, kenapa, dan bagaimana anda akan melakukannya?
  • Apakah setiap halaman ada hubungannya dengan tujuan primer/sekunder yang ditetapkan? Kalau tidak ada, berarti tidak ada gunanya. Bisakah dihilangkan atau ditempatkan di halaman yang lebih relevan?
  • Apakah setiap halaman punya satu tujuan yang jelas? Halaman depan dan halaman kategori biasanya memang kurang fokus, tapi tiap halaman internal sangat bisa dibuat fokus dan memang seharusnya punya satu (dan hanya satu) tujuan dari keberadaannya.

Sekarang posisikan diri anda sebagai pengguna, yang baru saja ‘mendarat’ pada sebuah halaman internal melalui pencarian di mesin pencari.

Apa yang kira-kira anda inginkan?

Tentu jawabannya tergantung pada konteks dan goal situs tersebut, tapi kalau anda bisa mengadopsi landasan berpikirnya dan menerapkannya pada setiap halaman, maka anda akan memiliki situs yang sangat fokus, yang tidak hanya menghasilkan traffic tapi juga meng-konversi-nya menjadi income.

Situs Baru

Biasanya lebih mudah membangun situs dari nol yang langsung fokus pada konversi dan on-site SEOyang baik daripada mengoptimasi dan mengembangkan situs yang sudah eksis.

Di sisi lain, existing website biasanya sudah memiliki backlink sehingga upaya link building selanjutnya bisa lebih mudah (atau mungkin masalah saat struktur URL internal banyak berubah), plus sudah ‘dikenal’ mesin pencari.

Kalau sudah dipertimbangkan dengan matang dan ada gambaran tentang tujuan situs anda, maka saat redesign adalah waktu yang tepat untuk fokus ulang. Anda bisa melakukan proses SEO, content writing dan konversi sejak dari awal.

Indikator Keberhasilan dan Monitoring

Konsekuensi penetapan tujuan adalah anda juga harus menentukan indikator keberhasilan dan memantau perkembangannya.

Misal, saya menetapkan indikator keberhasilannya dalam 1 tahun sebagai berikut:

  • 3.000 hits per day. Niche yang digarap punya ruang yang lebih besar, tapi kisaran tersebut saya tetapkan sebagai target minimum.
  • $500 per bulan. Saya menggunakan affiliate program, direct advertising dan AdSense Google Ads.
  • Menempati halaman #1 (top 10) untuk kata kunci utama, dan top 5 untuk kata-kata kunci lapis kedua dan ketiga (long tail keywords).
  • Terbentuk komunitas (forum) dengan sedikitnya 250-500 member aktif.

Tujuan di atas sangat mungkin dicapai, itu adalah target minimum (trafik dan revenue) yang bisa saya harapkan kalau melakukannya secara fulltime.

Bagaimana anda mengukur sukses? Untuk sebagian item – seperti AdSense Google Ads dan keyword ranking, tujuan anda mungkin sangat berbeda, tergantung pada seberapa kompetitif target niche dan sebanyak apa trafik harian yang bisa diharapkan dari kata-kata kunci yang diincar. Posisi #1 untuk keyword populer bisa menghasilkan 10.000 hits per day dengan mudah, tapi kompetisinya juga pasti sengit.

Anda harus melakukan keyword research dan analisa persaingan sebelum bisa mematok indikator keberhasilan.

Kalau indikator keberhasilan sudah ditentukan, lakukan monitoring bulanan (untuk trafik dan search ranking akan saya tunjukkan tools-nya). Kalau tidak terlihat ada perkembangan setiap bulannya, maka anda harus melakukan evaluasi dan cari tahu di mana masalahnya.

Kembali ke atas

Panduan SEO #13: Riset Kata Kunci (Keyword Research)

Panduan SEO no 13 ini menekankan bahwa riset kata kunci (keyword research) masih memegang peranan penting walaupun peta dan strategi SEO sudah banyak berubah (dari optimalisasi on-page menjadi link building dan sekarang ini social marketing).

Masalahnya, cara berpikir pencari seringkali tidak sesuai dengan optimalisasi yang kita lakukan, mereka menggunakan pencarian sederhana yang kadang sulit dipahami atau tidak tepat (misal; “mesin pencari selain mozilla”) atau malah memasukkan setumpuk kata (misal; “cara penggunaan dan teknologi dari website-website pencari (search engine)” – ingat long tail keyword?).

Penentuan tujuan situs web dan identifikasi audien adalah satu aspek dari SEO untuk membuat anda fokus, adapun keyword research bertujuan untuk memperluas cakupan ‘bahasa’ dan ‘istilah’ yang digunakan target audien saat mereka menggunakan mesin pencari.

Proses utama dalam riset kata kunci adalah sebagai berikut:

  1. Membuat list kata kunci – yang mungkin digunakan audien situs anda.
  2. Menghitung perkiraan jumlah pencarian harian – pada major search engines saat ini hanya Google yang penting, untuk kata-kata kunci tersebut.
  3. Mengevaluasi persaingan – yaitu situs-situs web lainnya yang akan anda hadapi untuk mendapat ranking pada setiap keyword.
  4. Dari data yang terkumpul kemudian pilih sejumlah kata kunci dengan volume pencarian tinggi (banyak pencari yang menggunakan keyword tersebut setiap bulannya) tapi dengan kompetisi yang rendah (tidak terlalu banyak situs yang mempromosikan dirinya untuk kata kunci tersebut).

Membuat list keyword

Tidak ada rumus baku untuk membuat list keyword – dalam Panduan SEO Pemula ini saya coba rangkum beberapa strategi saja. Idealnya semua strategi ini digunakan untuk konfirmasi dan pengayaan. Pada proyek kecil bisa saja beberapa langkah dilewati dan digunakan saat situs mulai berkembang.

Brainstorming

  • Siapa anda? Nama perusahaan anda (singkatan dan nama lengkap)? Untuk bisnis kecil barangkali perlu juga dicantumkan nama pemilik atau pengurusnya.
  • Produk/jasa apa yang ditawarkan? Tuliskan istilah yang biasa digunakan pada industri anda dan nama produk yang ditawarkan.
  • Dimana posisi anda? Optimalisasi lokasi geografis (geo-targetting) sangat penting kalau jenis bisnis/organisasi anda adalah brick and mortar lokal (misal toko roti tradisional).
  • Special needs apa yang hendak dipenuhi situs/bisnis anda? Ide kata kunci bisa banyak diperoleh kalau anda sudah menentukan tujuan dan target audien situs anda.
  • Posisikan diri anda sebagai pencari atau target audience, dan bayangkan diri anda sebagai orang yang akan dilayani. Apa yang akan anda ketik pada kotak pencarian?
  • Gunakan variasi semua kata kunci yang sudah dibuat. Misal; ‘search engine marketing‘ dan ‘search engine optimization‘ bisa dianggap hal yang sama dan varian satu sama lain (begitu pula ‘search marketing‘). Gunakan bentuk tunggal dan jamak (tergantung bahasa).
  • Perhatikan tema dan event yang biasa mempengaruhi bisnis anda (musiman, misal; Ramadhan, Halloween, atau Natal).

Namanya juga brainstorming, intinya adalah membuat list sebesar mungkin. Memang kesannya repot dan membosankan, tapi anda tidak akan takut kelupaan sesuatu – cantumkan saja semua yang terpikirkan.

Langkah berikut? Gunakan bantuan.

Mengembangkan list

Ada banyak resource yang bisa anda gunakan untuk mengembangkan master list. Dalam beberapa kasus sumber-sumber ini tahu lebih banyak atau kadang hanya tambahan minor. Meski begitu, tambahan minor bisa memberi perspektif berbeda dan sering cukup berharga untuk dimasukkan.

  • Tim anda – siapapun. Kalau anda bekerja pada konsultan SEO (atau mengerjakan SEO dalam sebuah tim), lebih baik lakukan brainstorming bersama. Atau kalau anda anggota tim khusus di organisasi/perusahaan yang sedang dikembangkan situsnya, lakukan brainstorming dengan karyawan lain.
  • Media industri – Gunakan forum online, situs berita, situs referensi dan media offline untuk mengembangkan daftar terminologi yang biasa digunakan untuk mendeskripsikan produk atau jasa anda.
  • Customer – Konsumen berpengalaman akan mengenal istilah canggih yang anda gunakan, tapi orang kebanyakan tidak akan paham. Kalaupun tahu, mungkin mereka cuma pernah mendengar tanpa tahu artinya, dan kemungkinan tidak akan pernah menggunakannya pada saat melakukan pencarian.
  • Kompetitor – Cara cepat dan mudah melakukan keyword research adalah dengan menemukan top 5 competitor (pilih kata kunci paling luas maknanya dalam industri anda, misal; “golf”, lakukan pencarian di Google,  ambil 5 situs yang ditampilkan paling atas) dan perhatikan keyword apa saja yang mereka gunakan.

Terakhir, kalau website-nya sudah jadi dan terpasang program traffic monitoring, catat kata kunci pencarian yang digunakan oleh pengunjung.

Kembali ke atas

Panduan SEO #14: Evaluasi Kata Kunci

Setelah anda memiliki daftar kata kunci yang terkait dengan niche dan kebiasaan pencarian audien, langkah selanjutnya adalah menemukan kata kunci mana saja yang paling bernilai dari daftar tersebut.

Tidak ada cara yang benar-benar pasti untuk mengevaluasi nilai suatu kata kunci, meski demikian metode/kriteria yang dipaparkan pada Panduan SEO nomer 14 berikut ini bisa digunakan untuk niche atau audien manapun, sekaligus memberi ruang untuk kustomisasi seandainya ada faktor-faktor pembatas lain yang tidak disebutkan di sini.

Ada 3 faktor utama yang bisa digunakan untuk menilai kata kunci:

  1. Kompetisi
    Jumlah halaman web (bukan cuma situs web) yang harus “dihadapi” untuk kata kunci tertentu, termasuk kekuatan halaman-halaman web utama pada niche ini
  2. Permintaan
    Estimasi jumlah pencarian untuk kata kunci tersebut
  3. Relevansi
    Seberapa terkait kata kunci tersebut dengan tujuan situs anda

Memperkirakan Persaingan

Catatan: saya hanya akan menggunakan Google

Ada beberapa tolok ukur yang bisa digunakan untuk menilai tingkat persaingan sebuah kata kunci. Pada dasarnya anda melihat pada berapa banyak halaman web dimana situs atau halaman web anda akan bersaing untuk kata kunci tersebut.

Angka tersebut bisa didapat dengan mudah dari Google – misal, untuk kata kunci “wordpress theme designer”, kalau kita melakukan pencarian dengan kata kunci ini di Google, dapat kita lihat ada sekian ratus juta hasil (halaman web) untuk frase kata kunci tersebut – jumlah yang amat sangat banyak.

google-search-competition
Estimasi jumlah halaman web untuk kata kunci “wordpress theme designer” di Google. Perhatikan tanda yang digaris bawahi.

Meski begitu ada satu hal yang perlu diperhatikan tentang mesin pencari; seringkali halaman web yang tidak dioptimasi untuk sebuah kata kunci juga bisa disertakan pada hasil pencarian karena halaman tersebut dianggap masuk kualifikasi atas beberapa kriteria penilaian.

Cara untuk mempersempit pencarian dan menemukan persaingan yang sesungguhnya adalah dengan menggunakan perintah-perintah yang berlaku di Google sebagai berikut:

allintitle: – ini adalah parameter pencarian untuk menampilkan hanya halaman-halaman yang mengandung semua kata kunci sasaran pada tag title. Parameter pencarian ini menghasilkan hasil yang fokus, tapi bisa menghilangkan beberapa halaman dengan ranking tinggi kalau anda menggunakan long tail keyword yang terdiri atas lebih dari 3 kata.

intitle: – parameter pencarian ini hanya menampilkan halaman-halaman yang mengandung satu atau lebih kata dari kata kunci sasaran pada tag title. Menghasilkan gambaran yang lebih luas, dan bisa digunakan sebagai indikator persaingan yang lebih umum.

inanchor: – parameter ini hanya menampilkan halaman-halaman yang mendapat tautan masuk (inbound links) dengan anchor text yang mengandung satu atau lebih kata kunci sasaran.

Ada parameter pencarian lain yang bisa digunakan (seperti allinanchor: atau menggunakan tanda kutip “” yang melingkupi kata kunci untuk targeting yang lebih spesifik) namun 3 parameter yang ditampilkan diatas sudah cukup untuk memberi gambaran persaingan suatu kata kunci.

Berikut ini persaingan ‘wordpress theme designer’ menggunakan parameter diatas:

1) Hasil pencarian untuk allintitle:wordpress theme designer

25 Langkah Panduan SEO Pemula 1

2) Hasil pencarian untuk intitle:wordpress theme designer

25 Langkah Panduan SEO Pemula 2

3) Hasil pencarian untuk inanchor:wordpress theme designer

25 Langkah Panduan SEO Pemula 3

Untuk memperkirakan persaingan pada kata kunci, idealnya anda butuh hasil pencarian dari 4 jenis pencarian; pencarian dasar, intitle, allintitle, dan inanchor. Untuk kata kunci yang tidak terlalu ter-optimasi, anda akan menemukan sangat banyak hasil pencarian untuk pencarian dasar, namun untuk intitle, hasilnya sangat sedikit.

Karena tautan adalah faktor yang sangat penting untuk proses pemeringkatan di mesin pencari, maka parameter inanchor diperlukan juga untuk menentukan tingkat persaingan. Pada contoh pencarian diatas, terlihat bahwa terdapat puluhan juta halaman web  yang mengandung satu atau lebih kata kunci yang digunakan pada frase yang terdapat pada anchor text yang mengarah ke halaman tersebut.

Perbandingan pencarian untuk allinanchor menghasilkan 3,4 juta halaman web, hal ini mengungkapkan bahwa dari sekian banyak halaman web yang menempati posisi puncak hanya sedikit saja yang teroptimasi langsung dengan anchor text “wordpress theme designer”, kebanyakan halaman lainnya yang tampil pada hasil pencarian dasar adalah karena backlink dan optimalisasi on-page yang terkait topik wordpress / wordpress theme.

Setelah membuat daftar dan meninjau ulang gambaran persaingan untuk pencarian dasar (tanpa tanda kutip), intitle, allintitle, dan inanchor, kemudian bisa dibuat peringkat persaingan dengan menggunakan skala berikut:

1 – Sangat Rendah
2 – Rendah
3 – Menengah
4 – Tinggi
5 – Sangat Tinggi

Jadi pada dasarnya anda harus membandingkan gambaran persaingan dengan menggunakan parameter pencarian yang berbeda dan menggunakannya untuk memperkirakan seberapa keras persaingan yang sesungguhnya.

Saya menilai “wordpress theme designer” memiliki persaingan ‘Menengah’ sampai ‘Tinggi’ – kemudian kata kunci yang sangat populer seperti ‘wordpress themes’ memiliki persaingan ‘Tinggi’, dan kata kunci generik seperti ‘wordpress’ memiliki persaingan ‘Sangat Tinggi’ – juga terlalu luas untuk dijadikan sasaran secara efektif.

Mengincar kata kunci yang sangat kompetitif biasanya bukan hal yang bagus, selain sangat sulit dan butuh waktu cukup lama, juga karena cakupannya terlalu luas dan belum tentu cocok dengan niche yang digarap. Pengecualian untuk hal ini adalah kalau anda sudah memiliki situs yang mapan dengan sejarah backlink dan peringkat yang baik di mesin pencari. Bukan untuk situs web yang baru dibuat.

Estimasi Permintaan (Demand)

Walaupun ada beberapa cara untuk memperkirakan permintaan, masalah utamanya adalah ketidak-tersediaan data yang akurat. Semua mesin pencari nampaknya tidak terlalu terbuka dalam menyediakan data ini. Jadi kita mengandalkan alat bantu keyword research seperti Market Samurai untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas.

Cara paling gampang yang saya gunakan adalah menggunakan Market Samurai dan melihat kolom ‘Searches’ untuk mendapat estimasi kasar tentang pencarian yang dilakukan di Google untuk kata kunci tertentu dalam satu hari (data ini diekstraksi dari data pencarian bulanan yang disediakan oleh Google).

market-samurai-pencarian-harian
Data pencarian kata kunci tertentu yang dilakukan di Google dengan menggunakan Market Samurai

Sekali lagi ingat, bahwa data popularitas pencarian atau demand ini hanya perkiraan saja, bukan angka pasti dan bisa berubah setiap bulannya serta tidak bisa dipastikan akurasinya. Memang bukan cara yang sempurna (seandainya ada), tapi data ini cukup memadai untuk kebutuhan kita.

Estimasi Relevansi

Pada Panduan SEO Pemula sebelumnya Saya pernah menulis tentang menentukan tujuan dan kegunaan situs yang dibuat. Dalam analisis kata kunci, anda harus membandingkan setiap kata kunci yang terpilih dan memutuskan apakah kata kunci tersebut relevan dengan tujuan dan kegunaan situs web anda.

Kenapa harus menilai relevansi?

Untuk menetapkan hubungan langsung antara apa yang dicari pengguna dengan apa yang disediakan oleh situs web. Kalau anda mengincar kata kunci yang salah, lalu pencari tentang “home theater systems” datang ke situs anda yang berisi tentang “contemporary theater”, ini menjadi masalah.

Bukan saja anda sudah mengeluarkan waktu dan energi (dan mungkin uang) dalam rangka agar situs/halaman web anda mendapat posisi di mesin pencari untuk istilah yang tidak sesuai dengan materi situs, juga traffic kunjungan yang didapat tidak akan ter-konversi menjadi pelanggan karena kurangnya relevansi (Panduan SEO Pemula langkah 16) antara konten situs dengan kata kunci yang digunakan untuk mencari oleh user.

Relevansi sama pentingnya dengan mengetahui tingkat popularitas pencarian dan persaingan untuk sebuah kata kunci.

Dengan skala 5 tingkat yang kita gunakan pada artikel sebelumnya (Panduan SEO langkah 14: Evaluasi Kata Kunci), kita bisa menilai relevansi sebuah kata kunci dengan tujuan dan manfaat situs kita.

Kita gunakan lagi contoh WordPress, misalkan kata kunci “wordpress theme designer” memiliki peringkat 5 – sangat tinggi – pada skala relevansi. Terbalik dengan keyword “wordpress forums” dengan peringkat 1 – tidak relevan dengan apa yang ditawarkan situs web kita dan akan menghasilkan audien yang tidak tepat.

Seiring waktu, nama anda (atau nama perusahaan/website anda) juga bisa dianggap sebagai kata kunci dengan rating 5 – dengan semakin populernya situs web anda, akan semakin banyak orang yang mengetikkan nama anda di mesin pencari. Hal yang sama juga berlaku untuk produk apapun yang dipromosikan.

Kembali ke atas

Panduan SEO #15: Latent Semantic Indexing (LSI)

Latent Semantic Indexing (LSI) adalah algoritma yang dikembangkan mesin-mesin pencari utama sekarang ini. Apakah situs anda sudah siap menghadapinya? Bagaimana pengaruhnya terhadap posisi halaman web anda di SERP?

Apa itu latent semantic indexing?

LSI berarti bahwa mesin telusur internet mencoba mengaitkan sebuah istilah dengan suatu konsep saat mengindeks halaman situs. Misal, Paris dan Hilton dihubungkan dengan nama seorang perempuan, alih-alih nama kota atau hotel, Tiger dan Woods diasosiasikan dengan golf.

Untuk mengetahui keyword lain yang terkait dengan sebuah kata kunci, lakukan pencarian untuk kata kunci tersebut dengan menambahkan tilde (~) di depan kata kunci tersebut. Google akan menebalkan (bold) keyword terkait pada SERP. Contohnya, Google menemukan bahwa kata “Nokia” terkait dengan “phone“.

Teknik yang digunakan webmaster untuk menghadapi LSI biasa disebut metode siloing.

Bagaimana Google mengaitkan keyword dengan konsep?

Google punya milyaran halaman situs dalam database indeks-nya. Kalau Google menemukan banyak halaman yang mengandung kata Paris dan Hilton sekaligus maka Google mengasumsikan bahwa kedua kata ini terkait. Kata-kata lain yang terkandung bersamaan pada sebuah halaman memberi petunjuk pada Google bahwa kombinasi kedua kata ini secara sekaligus adalah tentang seorang perempuan.

Kata-kata yang sering muncul berdekatan satu sama lain menunjukkan hubungan keeratan relevansi. Google punya sangat banyak data yang memungkinkannya mengkalkulasi relasi antar kata.

Apa artinya untuk posisi halaman web anda di hasil pencarian?

Kalau ingin tercantum untuk sebuah kata kunci, anda harus menunjukkan pada Google bahwa situs anda relevan untuk sebuah topik. Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk meningkatkan relevansi:

  1. Optimasi halaman-halaman situs untuk kata-kata kunci berbeda. Kalau anda menyasar kata kunci “mobil bekas” maka anda juga perlu membuat halaman-halaman lain yang relevan dengan kata kunci tersebut, seperti “otomotif”, “suv”, dll.
    Semakin banyak halaman situs yang relevan dengan sebuah topik, semakin besar kemungkinannya situs anda akan tercantum untuk kata kunci yang terkait dengan topik tersebut (lihat contoh Nokia di atas).
  2. Mendapat backlink dari halaman-halaman yang terkait secara semantik. Kalau anda anda menjual mobil, maka tautan dari halaman lain seharusnya bukan tentang film. Tautan dari halaman-halaman dengan topik sejenis akan menguntungkan secara semantik.
    Backlink dari sebuah halaman yang mengandung tautan ke halaman-halaman web lain dengan topik sejenis akan memberi efek lebih besar untuk peringkat situs daripada backlink dari halaman yang menaut ke sembarang halaman dan juga menaut ke halaman/situs anda.
    Karena itu, upayakan mendapat backlink dari situs-situs sejenis. Dan kalau anda memanfaatkan direktori (direktori internet dan direktori artikel) tempatkanlah pada kategori yang tepat. Penempatan pada kategori yang salah akan berpengaruh negatif untuk ranking situs di mesin pencari.
  3. Terapkan arsitektur situs yang “bermakna”. Tata konten situs secara logis. Buat kategorisasi atau bagian yang tepat untuk menampung keragaman topik utama dan tempatkan sedemikian rupa agar mudah ditemukan baik oleh pembaca dan mesin pencari.
  4. Cari tahu kenapa situs lain menempati posisi lebih tinggi. Kalau anda bertanya-tanya kenapa halaman situs lain punya ranking lebih tinggi daripada halaman situs anda meskipun anda sudah sesempurna mungkin mengoptimalkan halaman-halaman situs untuk kata kunci yang diincar, maka anda harus menganalisa backlink yang diperoleh halaman-halaman tersebut.
    Jumlah dan “power/authority” yang dimiliki sebuah tautan sangat penting. Demikian, sama pentingnya bahwa tautan berasal dari halaman-halaman yang terkait secara topik dan semantik.

Kesimpulan

Dalam menghadapi latent semantic indexing jangan fokus hanya pada satu kata kunci saat mengoptimalkan halaman situs. Algoritma canggih mesin pencari terkini berarti anda harus membuat situs yang dioptimasi untuk beragam kata kunci berbeda tapi terkait.

Tambahan lagi, tautan yang “masuk” ke situs anda harus berasal dari halaman/situs yang berhubungan topiknya dengan situs anda agar mesin telusur internet menempatkan situs anda pada konteks yang tepat.

Kembali ke atas

Panduan SEO #16: Apa sih yang Google Mau?

Pada Februari 2007, Google digunakan oleh 48,1 persen pencari di seluruh Amerika Serikat – hampir dua kali Yahoo (28,1 persen) dan lebih dari empat kali pemakai MSN (sekarang Bing – 10,5 persen) – Sumber: comScore, Februari 2007.

Ya, memang angka yang menunjukkan kuasa ‘the almighty Google‘, angka yang ditampilkan juga menunjukkan bahwa pangsa pasar Google masih berkembang, Yahoo belum bisa mengimbangi, dan MSN semakin merosot. MSN yang kemudian menjadi Bing sekarang ini mulai melakukan berbagai inovasi untuk memperkuat pijakannya di pasar pencarian.

Sepertinya memang tidak heran kenapa Google bisa menguasai pasar sebesar itu. Sejak awal Google menempatkan dirinya ‘murni’ sebagai mesin pencari, Yahoo terlanjur dikenal sebagai portal dan MSN telat ‘ikut balapan’. Positioning dan fokus Google pada pencarian, digabungkan dengan eksistensinya sebagai pionir teknologi pencari (Google pernah menyediakan jasa pencarian untuk Yahoo pada masa-masa awal) membuat Google jauh di depan dan sulit dikejar.

Bagi kita sebagai search marketer, berarti kita harus memperhatikan apa yang dibilang ‘si mbah’ Gugel, khususnya pada apa yang menjadi tujuan Google sebagai mesin pencari.

Bagi Google, ranking berarti perkara menemukan halaman web yang paling relevan (relevance) dengan apa yang dicari, berasal dari sebuah website yang ‘terpercaya’ (trusted) dan dianggap memiliki otoritas (authority) pada subjek yang dicari.

Relevansi (Relevance)

Relevansi diukur berdasarkan informasi yang bisa dibaca oleh mesin pencari dari sebuah halaman web. Seperti yang saya jelaskan di Panduan SEO pemula langkah 8; Komponen SERP: Search Engine Results Page, setiap halaman web (web page) anda yang dapat dibuka publik bisa berperan sebagi entry point bagi website anda, dan anda bisa (dan harus) meng-optimasi situs tersebut supaya tiap halaman menyasar kata kunci (keyword) yang berbeda namun masih terkait.

Ada beberapa faktor yang digunakan pada halaman web untuk mengukur relevansi, dua yang paling utama adalah title tag dan “penggunaan” keyword.

Kalau sebuah halaman bicara tentang ‘how to lose weight’ dan pencari menggunakan kata kunci ‘how to build a boat’, maka halaman ini tidak akan dianggap relevan dan tidak akan tercantum pada hasil pencarian. Beda halnya apabila sebuah halaman bicara tentang ‘building your own boat on a budget’, halaman ini bisa dianggap mempunyai tingkat relevansi sedang terhadap query pencarian (search query) sehingga berpeluang muncul pada SERP (Search Engine Results Page).

Aspek relevansi adalah bagian dari on-page SEO, yaitu optimalisasi yang anda lakukan pada halaman-halaman website anda untuk meningkatkan posisi di mesin pencari. Aspek ini fokus pada upaya meningkatkan relevansi atau keterkaitan halaman-halaman situs terhadap kata kunci yang diincar.

Kita bicara tentang relevansi, trust, dan authority. Bagian pertama sudah menjelaskan apa itu relevansi (relevance), dan bagaimana kita meningkatkan kualitas relevansi halaman web kita dengan apa yang dicari. Bagian berikutnya pada Panduan SEO untuk pemula ini bicara soal trust dan authority.

Otoritas (Authority)

Authority adalah indikator ‘sosial’ atas seberapa kuatnya sebuah situs atau halaman web dapat dianggap sebagai ‘sumber’ topik tertentu. Otoritas menandai keahlian, dan pengakuan atas keahlian tersebut dari dunianya dan juga dari luar industri.

Kalau misal anda punya situs ‘aksesoris golf’ dan ada banyak situs golf lainnya yang menaut ke situs anda, hal itu menunjukkan (di mata Google) bahwa situs anda adalah sumber yang punya otoritas tentang ‘aksesoris golf’.

Kemudian, kalau ada sejumlah situs di luar topik golf yang menaut ke situs anda, maka status authority semakin menguat. Meski begitu, tautan yang berasal dari situs yang se-topik dengan anda punya nilai lebih, karena situs-situs tersebut juga dianggap punya authority pada topik yang sama dengan situs anda.

Kualitas tautan atau inbound links yang menaut ke situs anda diurutkan berdasarkan dari yang kurang sampai yang paling berkualitas adalah:

  1. Situs dengan sedikit backlink dan tidak terkait dengan niche situs anda.
  2. Situs dengan banyak inbound links (punya authority) dan tidak terkait dengan segmen situs anda.
  3. Situs dengan sedikit backlink dan berhubungan dengan segmen situs anda.
  4. Situs dengan banyak inbound link (punya otoritas) dan punya topik yang berhubungan dengan niche anda.

Backlink, inbound link, incoming link, punya arti kira-kira sama dengan tautan masuk. Niche, dan segmen juga sama. Jangan bingung ya.

Poin-poin di atas harus dipikirkan saat anda sampai pada proses link building. Memburu tautan yang punya otoritas adalah hal yang lebih bersifat seni. Dan harus diakui bagian inilah yang dapat dianggap paling sulit dalam meng-eksekusi SEO yang sempurna.

Masing-masing halaman web juga bisa punya authority seperti halnya website utama, oleh karena itu menaut ke halaman-halaman web secara tersendiri (istilahnya; deep linking) adalah hal yang sangat penting sebagai bagian dari proses link building.

Kepercayaan (Trust)

Terakhir, tentang trust, yaitu suatu ukuran yang menyatakan seberapa dapat diandalkannya sebuah website dalam menyediakan informasi yang akurat. Google menggunakan sejumlah faktor untuk mengukur trust; 1) authority dan 2) relevance adalah dua di antaranya, faktor penentu berikutnya adalah 3) inbound links dari situs-situs ‘terpercaya’ lainnya.

Satu faktor lainnya yang penting dalam mengukur kepercayaan adalah 4) waktu, dan faktor terakhir inilah yang sering membuat para SEOer dan webmaster menjadi gila, karena faktor waktu ini menimbulkan apa yang dikenal sebagai ‘efek sandbox‘.

Istilah sandbox ini diartikan sebagai sejumlah filter dalam algoritma pemeringkatan Google yang mencegah sebuah situs atau halaman web mendapat peringkat yang tinggi sebelum ‘lulus’ beberapa titik ambang (threshold).

Terlepas dari apakah sandbox ini memang ada, saya cenderung berpendapat bahwa Google gak ada urusan untuk ‘mendiskriminasi’, tapi mereka punya tujuan jelas sebagai alasan penetapan kualitas, yaitu untuk menyajikan hasil pencarian yang paling ‘bermutu’ kepada pencari. Dan filter berbasis waktu ini, yang mengukur usia situs, seberapa sering di-update, usia tautan dengan otoritas, dll adalah ukuran-ukuran yang memang masuk akal untuk menilai kualitas tersebut.

Trust atau kepercayaan seperti halnya di dunia nyata; perlu waktu dan perlu dibuktikan. Tapi ada beberapa strategi (masih dalam batasan yang diperbolehkan Google) yang bisa anda jalankan untuk mempercepat proses trust dan authority ini. Meski demikian, mendapat ranking di Google masih tetap butuh waktu dan bersifat jangka panjang, jadi tetap siapkan mental anda untuk bersabar. Tergantung niche yang dipilih dan strategi SEO yang digunakan, hasilnya baru bisa terasa dalam 6 sampai 18 bulan.

Ada sejumlah aspek yang tumpang tindih dari ketiga faktor yang dijelaskan di atas. Anchor text misalnya, bisa digunakan untuk mengukur relevansi, sekaligus otoritas, sementara tautan dari situs populer dan ber-peringkat tinggi erat kaitannya dengan authority dan trust.

Kembali ke atas

Panduan SEO #17: Bagaimana dengan Mesin Pencari Lain?

Pada langkah Panduan SEO pemula nomer 16 di atas, tentang faktor-faktor yang dinilai oleh Google, sudah dijelaskan 3 faktor apa saja yang menjadi ukuran ‘kualitas’ oleh Google. Pada tulisan kali ini saya akan merangkum apa yang menjadi faktor pemeringkatan utama, baik di Google maupun di mesin pencari lainnya.

Yahoo, MSN (Bing), dll.

Dominasi Google menempatkan Yahoo dan Bing pada posisi terpenting kedua dan ketiga dalam upaya SEO yang kita lakukan (Ask yang menempati posisi keempat, hanya menguasai hampir 5% total pasar pencarian).

Ada satu pemikiran yang menarik – karena banyak laporan yang mengatakan lebih mudah untuk mendapat ranking dan menguasai halaman SERP di Yahoo dan Bing, daripada ‘menguasai’ Google.

Saya sendiri berpendapat bahwa itu tergantung pada strategi SEO yang diterapkan. Ada banyak website yang menerima mayoritas trafik dari Google, dan hampir tidak ada trafik-nya yang berasal dari Yahoo atau Bing. Ada juga banyak website yang mendapat ranking tinggi di Yahoo, tapi cukup rendah di Google. Perbedaan yang saya lihat hanya dari cara mempromosikan situs-situs tersebut dan metode link building yang digunakan.

Mana yang lebih penting?

Google menguasai lebih dari 50% (angka ini masih akan terus naik dan mungkin lebih tinggi lagi saat anda membaca artikel ini) dari semua trafik pencarian, jadi menurut saya ‘menguasai’ Google punya nilai lebih.

Mana yang lebih mudah dioptimasi?

Dunia SEO umumnya sepakat bahwa Google lah yang paling sulit di-optimasi. Saya sendiri berpendapat pernyataan tersebut kurang fair, terutama karena kebanyakan pejuang SEO menggunakan strategi-strategi yang ‘kadaluarsa’ dan terlalu memperhatikan hal-hal yang Google sendiri tidak anggap penting lagi dalam 3-4 tahun ini.

Cara lama masih memungkinkan anda mendapat ranking bagus di Google, tapi dengan metode ‘jadul’ ini peluang anda justru lebih baik di Yahoo dan mesin pencari lainnya daripada di Google.

Justru pertanyaan besarnya adalah; faktor ranking apa yang digunakan ketiga mesin pencari utama, dan bagaimana kita sebagai webmaster dapat menggunakannya untuk situs kita?

Memantau Perkembangan di Dunia Pencarian

Ada beberapa website yang memantau perkembangan di dunia mesin pencari secara lengkap dan up-to-date, kita tinggal pantau saja website tersebut (tidak, saya tidak sedang mempromosikan website saya sendiri).

Favorit saya adalah 3 situs di bawah ini (ketiganya dalam Bahasa Inggris):

Search Engine Land – Menyediakan laporan lengkap. Kontributor utamanya Danny Sullivan dan Barry Schwartz, didukung banyak kontributor lainnya seperti Eric Ward, Gord Hotchkiss, Greg Sterling, Bill Slawski, dll.

Search Engine Roundtable – topik-topik dan diskusi terbaik dari dunia pencarian (terutama dari berbagai forum), oleh Barry Schwartz.

Search Engine Journal – Kombinasi reportase dunia pencarian dan tutorial SEO, punya layanan SEO Clinic, yang menyediakan konsultasi gratis dua kali dalam sebulan. Oleh Loren Baker.

Sementara 3 itu dulu, tiga itu saja pasti akan membuat anda sibuk mendalami dunia SEO.

Kalau anda butuh sumber bacaan yang lebih berbobot, silakan kunjungi SEO by the Sea oleh Bill Slawski yang berisi analisanya tentang berbagai algoritma dan teknologi pemeringkatan yang dipatenkan oleh Google, Yahoo, dan MSN (Bing). Bacaan yang bagus, tapi menurut saya bukan bacaan yang cocok kalau anda tidak tertarik untuk terlibat secara profesional dalam SEO.

Artikel Panduan SEO Pemula selanjutnya akan mendalami faktor-faktor pemeringkatan (ranking factors) dan alasan kenapa faktor-faktor tersebut penting (dan kenapa akan tetap penting jauh di masa yang akan datang).

Kembali ke atas

Panduan SEO #18: Faktor-faktor Penilaian Mesin Pencari

Tidak semua faktor penilaian peringkat pada mesin pencari itu penting, beberapa faktor seperti PageRank (PR) hanya penting dalam kondisi-kondisi tertentu. Yang lainnya seperti meta tags, fungsinya hanya untuk menyempurnakan detil dan tidak terlalu besar pengaruhnya pada posisi di mesin pencari.

Harus diketahui faktor-faktor apa saja yang diperlukan untuk mendominasi 3 mesin pencari utama secara efektif. Mulai dari artikel ini saya akan membahas tentang faktor-faktor utama dan bagaimana tiap faktor tersebut mendapat perlakuan yang berbeda dari mesin-mesin pencari. Akan dibahas pula faktor-faktor lain dan contoh optimalisasinya.

Umumnya sulit bagi sebuah website untuk menempati posisi puncak pada satu mesin pencari, apalagi pada lebih dari satu pada saat bersamaan. Webmaster sering mengeluh soal ‘ketiadaan’ situs mereka di Google, padahal situs itu menempati posisi puncak di Yahoo, atau kasus lainnya, menempati posisi ‘bagus’ di Google tapi tidak punya posisi sama sekali di Bing.

Mengembangkan strategi SEO yang mujarab agar dapat ‘menguasai’ Google. Yahoo, dan Bing (kita sertakan juga Ask sebagai pembanding) sekaligus adalah hal yang sulit, tapi bukannya tidak mungkin.

Pada artikel Panduan SEO pemula sebelumnya tentang faktor-faktor yang dinilai berbagai mesin pencari sudah anda lihat bagaimana sifat masing-masing mesin pencari dalam memberi peringkat. Selanjutnya saya akan menjelaskan dulu sedikit tentang Ask (search engine terpopuler keempat), kemudian kita akan bicara tentang faktor-faktor yang bisa mendongkrak posisi situs anda di semua mesin pencari pada artikel-artikel selanjutnya.

Saya juga akan membahas lebih detil tentang Google Sandbox dan Pagerank, dan kenapa dua faktor ini penting untuk dipahami serta bagaimana anda bisa memanfaatkannya – ya, kalau dipikir-pikir, ada cara untuk memanfaatkan ‘efek Sandbox‘ ini.

Apakah situs anda akan dijamin berada pada posisi puncak di Google, Yahoo, dan Bing nantinya? Tidak, saya tidak memberi garansi apapun.

Yang pasti, saya akan menunjukkan bahwa ada cara-cara untuk mendapat ranking pada ketiga mesin pencari utama dan anda juga bisa melakukannya.

Top position? Belum tentu.

Halaman pertama? Sangat mungkin.

Ask – Mesin Pencari yang Terlupakan

Ask.com seringkali disebut sebagai mesin pencari yang paling akurat, tapi kurang dikenal, dan karena dominasi pasar yang saat ini dinikmati Google dan Yahoo Bing membuat nyaris tidak ada tempat lagi untuk mesin-mesin pencari alternatif.

Meski begitu, kalaupun Ask hanya menguasai 5 persen pangsa pasar pencarian, ini adalah 5 persen yang BISA anda jaring dengan menggunakan prinsip-prinsip search marketing yang baik. Jadi kenapa tidak?

Hal-hal yang harus diketahui tentang Ask:

  • Punya bobot besar terhadap penilaian otoritas (authority) suatu topik dan relevansi tautan.
  • Lambat dalam mengindeks dan memberi peringkat
  • Mirip Google dalam hal memberi bobot lebih terhadap tautan/link alih-alih optimalisasi on-page.

Bobot besar yang diberikan Ask terhadap tautan yang bersifat on-topic, menjadikan Ask.com sebagai alat ukur yang baik untuk menilai apakah situs anda mendapat jenis tautan yang tepat (relevan dan punya otoritas). Penekanan Ask pada pengelompokan topik juga berarti bahwa situs anda tidak akan mendapat peringkat bagus (bahkan tidak akan terindeks dengan tepat) kalau tidak punya sejumlah inbound links dari niche sejenis.

Soal Ask ini tidak usah terlalu dipikirkan, saya juga tidak akan membahasnya lebih jauh dalam Panduan SEO ini. Yang patut diingat adalah mengecek posisi situs anda di Ask.com adalah cara bagus untuk menilai seberapa on-topic situs anda dan apakah aspek on-topic ini harus ditingkatkan.

Kembali ke atas

Panduan SEO #19: Google Sandbox – Indikator Kualitas Berbasis Waktu

Terlepas dari percaya bahwa Google Sandbox‘ ini ada atau tidak, tetap harus diingat bahwa Google menetapkan kualitas (sebuah website atau webpage) menggunakan beberapa indikator berbasis waktu.

Indikator ini berhubungan dengan profil dan usia tautan (link age), profil dan usia situs itu sendiri (site age/domain age) dan juga faktor-faktor lainnya. Faktanya tidak ada ‘orang luar’ yang bisa tahu dengan tepat faktor apa saja yang Google pakai atau bagaimana cara Google menggunakannya.

Apa yang kita tahu pasti adalah Google menggunakan indikator berbasis waktu untuk ‘mempercayai” sebuah website. Cara terbaik untuk menyikapi fakta ini adalah dengan terus melakukan link building yang biasa anda lakukan, tapi upayakan untuk memperoleh tautan ‘terbaik’ sedini mungkin, kemudian jangan lupa perhitungkan faktor waktu dalam ekspektasi anda. Dengan kata lain, posisi situs anda di Google saat ini adalah hasil yang anda lakukan (dan tidak lakukan) beberapa bulan yang lalu.

Mungkin anda sudah mendapat posisi untuk target kata kunci/keyword yang disasar dalam 1 sampai 2 bulan di MSN/Bing, dan 2 sampai 4 bulan di Yahoo. Adapun Google bisa membuat anda menunggu sepanjang tahun, dan pada niche yang kompetitif, bisa lebih lama lagi.

Pada niche dan segmen yang kompetitif anda punya pesaing yang harus ‘dikalahkan’, dimana kompetitor sudah start lebih awal, jadi secara waktu pesaing anda lebih unggul.

Anda mungkin sudah mendengar banyak teori tentang cara ‘keluar dari Sandbox‘, dan semuanya bisa dibilang sama saja (Panduan SEO pemula langkah 16); dapatkan tautan masuk (inbound links) yang relevan (relevancy), punya otoritas(authority), dan terpercaya (trusted), lalu tunggu.

Bagaimana cara ‘menghadapi Google Sandbox’?

Untuk menghadapi indikator-indikator berbasis waktu ini, silakan gunakan aturan sederhana (walaupun harus diakui dalam prakteknya tidak terlalu sederhana) berikut:

  • Usahakan mendapat tautan berkualitas 4-in-1; inbound links yang relevan, punya otoritas, berasal dari sumber terpercaya, dan dari halaman/situs ber-Pagerank tinggi (ya, PageRank masih punya peran).
  • Buat situs anda sekarang, dan mulai membangun inbound links sekarang juga. Hari-hari yang tidak anda gunakan untuk melakukan link building adalah hari yang tersia-siakan dalam rangka memburu posisi top ranking di Google.
  • Prioritaskan tautan berkualitas – yaitu inbound links yang punya status terpercaya (trusted) – lebih dulu.

Site age dan link age sangat mujarab khasiatnya dalam hal trust, sehingga situs-situs lama dengan profil/sejarah tautan (link profile) yang baik punya peluang bagus untuk mendapat ranking di Google daripada situs-situs muda walaupun punya inbound links yang lebih banyak. Kalau anda punya situs yang ‘sudah mapan’ dan melakukan aktivitas link building di masa lalu, kemungkinan besar website tersebut sudah lolos dari ujian kepercayaan (trust) dan sudah berada ‘diluar Sandbox‘.

Situs-situs yang mapan punya keunggulan daripada situs-situs baru, dan kalkulasi kualitas yang digunakan Google memperhitungkan keunggulan tersebut.

Walau begitu, tidak semua situs ‘tua’ mendapat penilaian bagus dari Google, yaitu kalau situs anda tidak punya link profile yang baik dan belum lulus uji kualitas Google. Jika demikian keadaannya maka nasib website tersebut sama dengan situs-situs muda lainnya, tapi punya peluang besar untuk keluar dari ‘kotak pasir’ lebih cepat.

Kembali ke atas

Panduan SEO #20: Faktor Ranking On-Page

Berikut ini adalah item-item on-page (elemen-elemen halaman web) yang mempengaruhi posisi halaman tersebut pada SERP.

Title Tag

Pada kode HTML anda akan melihat title tag sebagai <title>, tag ini tampil pada bagian atas jendela peramban dan muncul juga di SERP sebagai judul halaman web. title tag ini menunjukkan pada mesin pencari dan audien tentang konten halaman tersebut, jadi penting untuk:

  • Membuat kata kunci (keyword) utama halaman web tercantum pada title tag
  • Membuat judul halaman yang menarik untuk di-klik
  • Membuat title tag se-unik dan sejelas mungkin untuk setiap halaman

Upaya yang dikeluarkan untuk ‘mengasah’ judul halaman ini sepadan dengan hasilnya, dan waktu yang diperlukan untuk ‘membetulkan’ juga tidak lama. title tag adalah elemen SEO penting pada semua mesin pencari utama. Apa yang anda lakukan pada tag ini mempengaruhi posisi di mesin pencari.

Penggunaan Keyword

Optimalisasi keberadaan kata kunci pada suatu halaman web. Walaupun halaman-halaman yang tidak terkait bisa saja punya posisi untuk suatu query pencarian, tapi secara normal penggunaan keyword memberi petunjuk pada mesin pencari tentang topik halaman tersebut (relevansi terhadap query pencarian).

Frekuensi kata kunci (jumlah kemunculan) harus diperhatikan, berikut ini patokannya:

  • Mesin-mesin telusur internet menggunakan ambang frekuensi keyword yang berbeda untuk menentukan apakah kata kunci ‘terlalu sedikit’ (kurang relevan) atau ‘terlalu banyak’ (spam), jadi anda harus menemukan titik tengah.
  • Variasi keyword (penggunaan kata yang berbeda namun serupa artinya dengan keyword utama – sinonim) berdasarkan klusterisasi/kelompok kata kunci, punya pengaruh lebih besar di Google daripada mesin pencari lain.
  • Istilah terkait (kata-kata kunci yang tidak terlalu erat kaitannya dengan kata kunci utama – bedakan dengan kluster) juga penting karena mendukung relevansi topik dan digunakan untuk menentukan ‘kedalaman pengetahuan’ (karenanya bisa dianggap sebagai ukuran on-page topical authority – Panduan SEO Pemula langkah 20).

Praktisnya adalah dengan membuat halaman yang sangat fokus pada keyword tertentu – ini membuat anda (bisa sebagai webmaster bisa juga sebagai content writer) untuk: 1) mengulang kata kunci utama secara alami dan 2) menggunakan variasi kata kunci dan istilah-istilah terkait pada saat menulis tentang topik tersebut.

Dengan metode natural ini artinya anda; a) tidak akan terlalu dipusingkan tentang tema penulisan konten, dan b) sudah cukup upaya (dalam hal penggunaan keyword) untuk mendapat posisi bagus pada ketiga mesin pencari utama.

Struktur URL

Seperti halnya title tag, optimalisasi struktur URL adalah upaya SEO sederhana, waktu setup yang singkat, dan punya benefit jangka panjang (dalam hal branding dan peringkat di mesin pencari) namun masih banyak webmaster yang mengabaikannya atau malah mengacaukannya.

Berikut ini beberapa tips dalam mengelola URL yang search engine friendly:

  • Gunakan URL statik alih-alih database driven dynamic URL (menggunakan tanda tanya dalam query sebuah halaman web). Kalau tidak memungkinkan, gunakan parameter dinamis sesedikit mungkin
  • Upayakan sesingkat (alih-alih menggunakan kalimat atau struktur folder yang panjang) dan se-deskriptif mungkin (alih-alih berupa angka)
  • Cantumkan kata kunci
  • Gunakan tanda sambung (hyphen “-“) untuk pemisahan kata
  • Hilangkan extra data (alih-alih misal inreview.id/category/category1/page1.htm, lebih baik inreview.id/category1/page1.htm)

Meta Description Tag

Meta Description tag kecil pengaruhnya terhadap ranking di mesin pencari. Loh… terus kenapa dibahas? Ya, karena meta description ini sangat penting dalam menghasilkan deskripsi halaman pada SERP. Di bagian sebelumnya Panduan SEO pemula ini dijelaskan bahwa title tag harus ditulis dengan mengacu pada branding value dan mampu menarik minat pengguna mesin pencari untuk meng-klik judul tersebut, meta description juga harus menghasilkan nilai dan daya tarik yang sama.

Penggunaan keyword pada tag ini (dan juga penggunaan tag meta keywords) memang tidak punya impact yang cukup untuk mendongkrak posisi, sehingga bisa dianggap investasi waktu yang dikeluarkan kurang sepadan – tapi kalau anda membangun situs baru, pastikan setiap halaman situs anda memiliki tag title, tag meta description dan tag meta keywords yang unik.

Kalau anda punya kesempatan untuk mengatakan sebanyak mungkin tentang topik situs anda dan menarik sebanyak mungkin pengunjung yang terarah, kenapa tidak? Dan kalau tidak, kenapa juga anda pusing-pusing dengan SEO.

Peran utama meta description tag adalah untuk menghasilkan deskripsi halaman/situs pada hasil pencarian, dan satu alasan ini cukup untuk membuat saya mencantumkannya sebagai poin tersendiri.

Duplicate Content

Tiap mesin pencari punya cara berbeda untuk menangani duplicate content dan memang sulit untuk melakukan eksperimen tersendiri atau memperhitungkan semua faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Dua hal yang harus diingat terkait isu konten duplikat:

  1. Meskipun mesin pencari melakukan tugasnya dengan baik dalam menyaring duplicate content, beberapa (bahkan banyak) halaman duplikat yang bisa ‘bertahan hidup’ dalam indeks mesin pencari, dan memang ada sebabnya. Yaitu karena website atau halaman-halaman tersebut secara umum menyediakan konten unik mereka sendiri.
    Kalau anda mengkhawatirkan penalti duplicate content ini, pikirkan apa yang diberikan situs/halaman web anda pada pengguna/pengunjungnya. Kalau anda menawarkan sesuatu yang cukup signifikan untuk membuatnya unik, maka tidak usah khawatir dengan filter ini.
  2. Filter duplicate content bersifat negative-only, artinya penalti akan diberikan hanya kalau halaman-halaman situs berisi salinan dari halaman-halaman lain, tapi kalau anda lolos dari filter ini tidak ada pengaruhnya terhadap ranking.

Jadi dapat disimpulkan, ada 5 on-page ranking factor yang harus diperhatikan dalam SEO; Title Tag, Penggunaan Keyword, Struktur URL, Meta Description Tag, dan Duplicate Content.

Tentu saja walaupun anda tidak sepenuhnya mengikuti tips di atas, situs anda masih bisa dapat ranking bagus. Meski demikian, kalau anda memulai situs baru, upayakan untuk melakukan ‘hal benar’ sebanyak mungkin sejak awal, lagi pula optimalisasi struktur URL bukan hal sulit untuk ‘dibuat benar’.

Kembali ke atas

Panduan SEO #21: Faktor Ranking Berdasarkan Reputasi Situs

Selain faktor ranking on-page dan link based (link based ranking factors – akan dibahas dalam artikel Panduan SEO pemula selanjutnya), ada sejumlah faktor yang diperhitungkan untuk menilai domain (website) itu secara menyeluruh (bukan halaman secara individu – web page). Memang faktor domain/situs ini kemudian mempengaruhi lagi halaman web.

Sebelum diteruskan, harap pahami dulu perbedaan website dan web page.

Link Popularity

Link popularity adalah ukuran yang menyatakan jumlah tautan yang menunjuk/mengarah ke sebuah website. Mesin pencari melibatkan kualitas tautan (link quality)  untuk mengevaluasi nilai dan seberapa penting tautan-tautan ini, kemudian memberi bobot yang berbeda pada tiap tautan tergantung pada kualitasnya (link quality akan dibahas lebih lanjut dalam Panduan SEO pemula tentang link building).

Kenapa link popularity ini perlu diperhatikan? Karena seperti halnya link quality, punya banyak inbound links – artinya banyak situs lain yang ‘vote‘ untuk situs anda – adalah sesuatu yang sangat diperhatikan oleh mesin pencari. Dan seperti yang anda pahami, kalau anda bisa menghindari link yang ‘tidak berkualitas’, maka link yang anda dapat akan mendongkrak posisi di mesin pencari, dan memang itu yang anda mau kan?

Topical authority

Pertama harus dijelaskan dulu tentang topical community, yaitu perspektif yang dimiliki mesin pencari terhadap sekelompok website yang saling menaut dan memiliki kesamaan topik/tema.

Bisa dipastikan bahwa untuk setiap niche akan terbentuk komunitas atau hub inti dengan banyak situs dan tautan yang saling terhubung. Situs-situs ini dianggap sebagai topical authority sites, dan untuk niche atau sektor apapun yang anda masuki, tujuan anda adalah untuk menempatkan situs anda sebagai bagian dari authority pada niche tersebut.

Tautan dari situs-situs dalam topical community punya nilai lebih karena dianggap besar kemungkinannya situs-situs tersebut saling mengevaluasi secara kritis dan objektif daripada situs lain yang tidak familier dengan topik komunitas tersebut.

Topik Situs

Topik utama sebuah situs (yang ditentukan mesin pencari dengan menganalisis halaman-halaman yang terkandung di dalamnya) mempengaruhi seberapa kuat halaman-halaman tersebut mampu menanjak menuju posisi puncak untuk pencarian on-topic (serupa) dan off-topic (beda niche).

Website dengan sub-topik khusus mampu menempati posisi lebih tinggi daripada situs dengan topik umum (seperti inReview ini). Tapi ini bisa saja tidak berlaku bagi situs yang memang sudah mendapat trust dan authority. Contohnya portal berita BBC atau website populer Wikipedia yang meliput banyak topik yang luar biasa luasnya, walaupun sangat luas, situs-situs seperti ini mampu mendominasi mesin pencari untuk kebanyakan atau bahkan semua topik yang ada di dalamnya.

Dan karena kebanyakan dari kita tidak akan membuat situs seperti kedua website besar tersebut, jadi usahakan fokus saja.

Arsitektur Situs

Ini tentang struktur internal situs – bagaimana halaman saling terkait, bagaimana kategorisasi digunakan dan bagaimana konten dikelompokkan pada berbagai kategori.

Seperti halnya tautan eksternal yang dianggap sebagai vote, tautan dari satu halaman pada situs yang sama juga dianggap sebagai voteInternal linking seperti ini diperhitungkan oleh mesin pencari sebagai poin tersendiri dalam kemudahan navigasi.

Cara anda men-setup situs menentukan; seberapa cepat situs tersebut dijelajah oleh bot mesin pencari, apakah semua halaman internal dapat ditemukan atau tidak, dan seberapa dominan halaman-halaman tersebut pada SERP. Tentu hal ini harus didukung oleh kuantitas, Pagerank dan kualitas tautan eksternal yang ‘menunjuk’ situs anda.

Tips Panduan SEO pemula tentang arsitektur situs:

  • Buat bagian-bagian/kategori berbeda kemudian masukkan konten yang ‘cukup’ ke dalam kategori-kategori tersebut. Lakukan cross-link (bisa dengan cara membuat halaman yang cocok untuk dua kategori atau lebih) tapi pastikan bahwa kategorisasi (dan sub-kategorisasi) serta konten yang dibuat jelas, bukan sekedar suka-suka dan tidak terkait.
  • Gunakan menu sebagai navigasi untuk menandai setiap bagian atau kategori utama dan munculkan menu ini pada seluruh halaman situs.
  • Gunakan kombinasi yang sudah dijelaskan di atas, yaitu strategi internal linking + navigasi standar agar halaman-halaman utama bisa terekspos secara maksimal.
  • Gunakan sitemap untuk membantu mesin pencari menemukan semua halaman pada situs (tanpa sitemap ranking situs tidak akan merosot, walau ada pun tidak akan mendongkrak, tapi keberadaan sitemap mempermudah mesin pencari untuk menemukan dan meng-indeks halaman-halaman website).

Kepercayaan (Trust)

Lagi-lagi soal trust (trust dibahas sebelumnya pada langkah 16 Panduan SEO pemula: Apa sih yang Google Mau). Bagaimana cara mesin pencari (maksudnya Google) menilai ‘trust‘? Ini bukan pertanyaan yang gampang dijawab, dan jujur saja saya tidak tahu dan tidak ada yang tahu jawaban tepatnya (kecuali Google).

Bagaimana kita menganggap sebuah website ‘bisa dipercaya’? Nah, untuk ini logisnya ada tiga cara:

  1. Sebuah situs kita percayai karena menyediakan informasi akurat, dapat diandalkan (reliable) dan tepat waktu.
  2. Kita mempercayai sebuah website karena hanya merekomendasikan website lain yang sesuai kriteria pertama di atas.
  3. Sebuah website mendapat trust dari kita karena direkomendasikan oleh website lain yang punya otoritas (authority).

Dengan kata lain, trust ditetapkan berdasarkan relevancy, authority (poin 1 dan 3) dan ‘pola pergaulan’ (poin 2). Kalau sebuah situs mendapat status topical authority dan menaut hanya ke situs-situs yang punya otoritas juga, maka situs tersebut ‘dipercaya’ oleh mesin pencari.

Tapi apa artinya kepercayaan ini?

Trust digunakan dalam konteks ini untuk mengevaluasi tautan yang menunjuk ke sebuah situs – sebuah link dari situs yang ‘terpercaya’ akan punya nilai lebih daripada tautan dari situs yang ‘tidak terpercaya’.

Praktisnya: kalau Site A konsisten menaut ke situs-situs berkualitas tinggi (yang ditetapkan mesin pencari) dan kemudian Site A ini menaut ke situs anda, maka tautan yang anda dapat dari Site A punya nilai lebih di mata mesin pencari. Sedangkan link dari misal Site B, yang biasa menaut ke siapa saja tanpa peduli siapa yang ditaut dan bagaimana ‘reputasinya’, dianggap kurang berharga.

Jadi, jaim itu memang perlu. 🙂

Trust atau kepercayaan ini menjadi faktor yang semakin penting di masa yang akan datang, dengan berbagai perubahan pada algoritma mesin pencari yang mulai memperhitungkan dan memberi bobot besar pada sejarah situs (ranking, pola link building, pola menaut/link-out, pola penambahan konten, dsb).
Nah, cobalah untuk menjaga dan memperhatikan konten situs anda dengan baik dan menaut pada website-website yang kualitasnya jelas.

Kembali ke atas

Panduan SEO #22: Faktor Ranking Berdasarkan Link

Link based analysis membentuk inti algoritma penilaian oleh mesin pencari, bahkan site based factors yang dijelaskan pada Panduan SEO pemula langkah 21 sebelumnya memperhitungkan tautan/link pada beberapa aspeknya.

Nah, saya tidak ingin terobsesi dengan urusan backlink, tapi tetap harus dijelaskan sepenting apa link-based factors ini terhadap posisi situs anda di mesin pencari.

Jadi bagaimana cara membangun tautan (link building) yang tepat? Silakan baca artikel Panduan SEO langkah #22 ini sampai habis.

1. Usia Tautan (Link Age)

Seiring dengan perkembangan teknologi, mesin-mesin pencari terus berupaya untuk menyaring konten spam dari halaman hasil pencarian (SERP – Search Engine Result Page) – (Panduan SEO langkah #8), salah satu caranya berdasarkan otoritas (authority) dan kualitas tautan dengan menilai link age. Apa itu link age? Yaitu sudah berapa lama sebuah link ditemukan oleh mesin pencari.

Ini terkait erat dengan penjelasan tentang Sandbox (Panduan SEO langkah #19). Situs-situs yang sudah online cukup lama dan mapan biasanya punya sifat berikut ini; tautan yang sudah ‘berumur’, halaman-halaman internal yang saling terkait, dan memiliki ‘gelar’ topical authority.

Mesin pencari menggunakan profil ini sebagai ukuran kepercayaan (trust). Bagi anda pelaku SEO, tautan berkualitas harus punya usia tertentu sebelum efeknya dapat dirasakan secara maksimal.

Aspek link age juga berkaitan dengan penilaian atas seberapa permanen tautan tersebut merujuk sumber lainnya. Suka atau tidak, tautan yang berumur diberi nilai lebih karena dianggap memiliki nilai rujukan jangka panjang – Perihal apakah link ini sebetulnya lupa dihapus oleh pemilik situs atau memang sengaja dipelihara, itu lain cerita.

2. Link Growth

Mesin pencari ‘memantau’ apakah tautan ke sebuah situs atau halaman web terus bertambah dalam suatu periode.

Sebuah website atau web page (sudah tahu bedanya kan?) yang terus mendapat link (dijadikan referensi) adalah indikasi kuat bahwa informasinya masih relevan dan berguna, ini kunci untuk mendapatkan otoritas di mata mesin pencari.

Mesin-mesin pencari sangat efektif dalam mengukur link growth dan dalam menganalisis apakah pola pertumbuhannya alami atau artifisial (buatan).

Sayangnya dengan sistem penilaian ini maka situs-situs populer akan terus mendapat tautan, sementara situs-situs yang kurang populer dan tidak banyak menawarkan nilai tambah tidak akan sesukses itu karena hanya sedikit orang yang menemukan dan menaut. Yang ‘kaya’ makin kaya dengan cepat, yang ‘miskin’ lama kayanya.

3. Anchor text pada tautan

Anchor text digunakan untuk ‘menjelaskan makna’ sebuah tautan – misal sebuah link ke halaman yang berisi review tentang headset Bluetooth, idealnya memiliki anchor text ‘Review headset Bluetooth’ atau ‘Bluetooth headset reviews’ kalau halaman tersebut in English.

Mesin pencari menggunakan anchor text untuk menilai topik tautan dari ‘penjelasan’ yang diberikan situs yang menaut. Tentu saja anchor text ini mudah dimanipulasi. Dugaan saya, untuk mengatasi kemungkinan manipulasi, mesin pencari membandingkan trust (terhadap web page dan website) dengan anchor text yang ditampilkan.

Maksudnya, mesin pencari bukan hanya melihat anchor text-nya, tapi juga konten yang mengelilingi tautan tersebut (relevansi) – dan sebetulnya relevansi konten ini lebih efektif dalam ‘menjelaskan’ link daripada anchor text link itu sendiri.

4. Topical authority halaman yang menaut

Seperti yang dijelaskan dalam artikel Panduan SEO pemula #21 tentang faktor-faktor penilaian mesin pencari pada sebuah situstopical authority ditentukan dengan mengevaluasi nilai keseluruhan yang merujuk ke sebuah halaman, baik dari lingkup topical community dan dari luar komunitas niche-nya.

Mendapat link dari halaman dengan topical authority yang sesuai dengan niche situs atau topik halaman web anda adalah cara yang sangat baik (walaupun lebih sulit) untuk memapankan otoritas situs atau halaman web anda dibandingkan dengan hanya mengandalkan PageRank/PR, meski PageRank berpengaruh juga (dan lebih gampang karena PageRank mudah dilihat).

5. Topical authority website yang menaungi webpage yang menaut

Intinya sama dengan poin sebelumnya, hanya, yang satu ini diterapkan pada keseluruhan website alih-alih pada satu halaman (webpage) tertentu.

6. Relevansi halaman yang menaut

Relevansi halaman yang menaut dinilai berdasarkan:

  • Konten halaman tersebut
  • Link profile halaman tersebut (untuk menentukan topik halaman tersebut).

Tautan dari halaman-halaman yang terkait lebih bernilai daripada halaman-halaman off-topic (misal halaman tentang wedding menaut ke halaman tentang cat food.

7. Relevansi situs yang menaungi halaman yang menaut

Sama, kecuali relevansi yang satu ini berlaku untuk website alih-alih webpage tertentu.

8. PageRank (PR) halaman yang menaut

PageRank halaman yang menaut punya pengaruh langsung terhadap nilai tautan yang dihasilkan halaman tersebut.

9. PageRank (PR) situs yang menaungi halaman yang menaut

Sama, kecuali PR yang satu ini berlaku untuk website alih-alih webpage tertentu.

10. Derajat referensi

Makhluk apa pula?? Sederhananya; tingkat kepercayaan/trust yang ‘diberikan’ mesin pencari pada sebuah tautan berdasarkan penggunaan tautan tersebut di sebuah halaman.

Masih belum jelas? Jadi begini, contoh menu navigasi. Link pada menu ini – yang biasanya mengarah ke halaman-halaman internal – tentu saja adalah komponen penting (susah kan kalo website ngga ada menu navigasinya), oleh karena itu tautan pada menu mendapat gelar trusted secara tersirat, walaupun tidak in-context atau ‘sesuai topik’.

Dibandingkan dengan daftar link pada sidebar biasanya tidak terlalu berharga kalau tidak ada konten editorial di sekitarnya yang memberi konteks. Alasannya karena tautan-tautan ini dipandang tidak punya fungsi penting pada sebuah situs.

In-context link adalah hal penting, tapi ada dua hal yang harus diperhatikan; (1) topical relevance dan (2) riwayat situs. Daftar tautan pada sidebar yang dianggap paling tidak bernilai tapi tercantum pada situs dengan sejarah tautan yang baik bisa diberi status ‘trusted‘, sebaliknya in-context link yang dianggap punya nilai terbesar tapi tercantum pada situs yang punya kebiasaan ‘asal nge-link’ bisa diabaikan sama sekali oleh mesin pencari (discounted).

Sekali lagi, perhatikan ‘cara bergaul’ situs anda.

11. Co-Citation

Co-citation adalah metode yang digunakan untuk menentukan kesamaan topik (topical similarity) antara dua item (dalam urusan SEO berarti dua webpage atau dua website).

Misal, kalau A dan B dikutip oleh C, maka A dan B ini dianggap terkait meskipun tidak saling menaut secara langsung. Kalau A dan B dikutip oleh lebih banyak halaman/situs (X, Y, dan Z), maka relasi A dan B semakin kuat (bisa dianggap mirip). Kemiripan ini dimanfaatkan untuk menilai kualitas sebuah halaman/situs/sumber.

Banyak ya yang harus diperhatikan. Sekarang bagaimana semua itu mempengaruhi praktek link building anda?

In-context link memang penting, tapi ‘mencari’ situs yang biasa me-referensikan sumber-sumber yang punya otoritas dalam topik niche anda dan menghindari situs-situs yang tidak ada hubungan dan tidak punya otoritas juga sama pentingnya dalam upaya link building yang penuh seni ini.

Dengan kata lain, coba upayakan tautan dari situs-situs yang biasa menaut ke situs-situs utama pada niche anda.
Diskriminatif? Mungkin, tergantung niche-nya juga. Kalau kita bicara SEO, seperti inilah dunianya (saat ini).

Ok, sekarang kita punya pemahaman mendasar tentang cara kerja dan faktor-faktor penilaian utama mesin pencari, lanjut ke seluk beluk menjalankan kampanye SEO dalam artikel Panduan SEO pemula selanjutnya.

Kembali ke atas

Panduan SEO #23: Kenapa Google Mengabaikan Anchor Text Pada Link?

Anchor text, atau teks yang terdapat pada tautan yang mengarah ke website anda memiliki efek besar terhadap posisi situs anda di halaman hasil pencarian (SERP) Google (Panduan SEO pemula langkah #22).

Misalkan banyak situs lain yang menggunakan anchor text “buy blue band” untuk menaut ke situs anda, maka besar kemungkinannya halaman anda yang ditaut tersebut mendapat posisi tinggi untuk frase “buy blue band” pada SERP Google.

Contoh kode HTML sebuah anchor text:

<a href=”http://www.myyoursite.com”>this is the anchor text</a>

Sayangnya tidak semua anchor text akan dinilai oleh Google. Perhatikan hal-hal berikut:

1. Atribut nofollow

Anchor text pada tautan yang mengandung atribut rel=”nofollow” tidak akan mempengaruhi SERP Google (normalnya, walaupun ditemukan beberapa kasus pengecualian). Misal:

<a href=”http://www.myyoursite.com” rel=”nofollow”>great keyword</a>

2. Karakter invalid pada URL

Sebuah URL yang mengandung karakter invalid. maka mesin pencari kemungkinan tidak akan mengindeksnya secara benar. Misal:

<a href=”http://www.myyoursite.com “>great keyword</a>

Pada contoh ini terdapat spasi pada akhir URL.

Perhatikan bahwa kebanyakan browser modern mampu memperbaiki kesalahan kecil ini dan menampilkan halaman dimaksud secara benar. Sayangnya, bot mesin pencari tampaknya kesulitan dengan masalah sederhana ini (atau sengaja menilainya sebagai tanda kualitas link yang rendah).

3. Menggunakan 301 redirects

Matt Cutts dari Google mengkonfirmasi hal ini, bahwa Google tidak akan memperhitungkan semua anchor text yang digunakan pada 301 redirects. Misal:

<a href=”http://www.myyoursite.com/page.htm”>great keyword</a>

Server web me-redirect http://www.myyoursite.com/page.htm ke halaman depan http://www.myyoursite.com dengan 301 redirect, maka ada kemungkinan Google tidak akan memperhitungkan anchor text pada link tersebut.

4. Hanya link pertama yang dicatat

Kalau sebuah halaman menaut lebih dari satu kali ke halaman yang sama maka Google akan menggunakan link (dan anchor text) yang muncul pertama dan mengabaikan yang lainnya. Misal:

<a href=”http://www.myyoursite.com”>This</a> is an example. The link text <a href=”http://www.myyoursite.com”>great keyword</a> will be ignored by Google.

Kedua link menaut ke URL yang sama. Pada kasus seperti ini Google hanya akan mencatat tautan yang pertama dengan teks “This”. Tautan dan anchor teks “great keyword” akan diabaikan.

Jadi perhatikan link yang Anda buat. Detail sebuah link adalah faktor penting kalau bicara soal ranking di Google dan mesin pencari utama lainnya.

Kembali ke atas

Panduan SEO #24: Google Geo-targeting

Panduan SEO #24 tentang geo-targeting ini sebetulnya tidak cocok diklasifikasikan sebagai panduan pemula, namun tidak salah juga bila pemula ingin mengetahuinya, jadi saya sertakan dalam Panduan SEO pemula ini.

Cara kerja mesin pencari internet (search engine) dan hasil yang ditampilkannya selalu berubah dengan cepat. Semakin matangnya algoritma pencarian membuat anda sebagai SEOer perlu mengupayakan teknik-teknik SEO (Search Engine Optimization) terkini.

Local search, advanced search, regional search, dan language-based search adalah beberapa filter yang bisa digunakan pencari sebagai ‘bahan pertimbangan’ mesin pencari dalam menentukan situs siapa yang tampil, kapan dan dimana akan ditampilkan.

Judulnya Panduan SEO pemula #24 ini memang Google Geotargeting, tapi prinsipnya berlaku juga pada mesin pencari besar lain seperti Bing dan Yahoo, walaupun geo-targeting di kedua mesin pencari yang disebut terakhir ini relatif lebih sederhana daripada Google.

Geotargeting adalah salah satu algoritma yang dikembangkan Google untuk memenuhi kebutuhan penggunanya, dan bisa anda manfaatkan untuk meningkatkan ranking website anda.

Setiap query pencarian pada Google akan menghasilkan set hasil yang berbeda. Perbedaan ini bisa sangat signifikan tergantung pada:

  1. Alamat IP pencari. Proxy bisa mengaburkan asal pencari
  2. Lokasi server website, tiap negara punya jatah blok alamat IP sendiri
  3. Setting geografis di Webmaster Central. Domain ccTLD biasanya otomatis dikunci untuk geografis peruntukannya
  4. Penggunaan filter pencarian oleh pencari (misal, pencari melakukan filtering untuk Pages from [region] atau Pages in [language])
  5. Apakah pencari melakukan pencarian di regional Google yang berbeda dengan yang secara default diberikan (misal, pencari dari Indonesia menggunakan google.com alih-alih google.co.id untuk mendapatkan hasil dari US, atau pencari melakukan pencarian dalam Bahasa Inggris dari situs-situs non US)

Elemen lain yang sangat mempengaruhi ranking adalah backlink:

  1. Apakah tautan masuk berasal dari TLD yang sama dengan TLD yang ditaut (misal, .id menaut ke domain .id juga)
  2. Apakah alamat IP yang menaut berasal dari wilayah yang sama dengan IP yang ditaut (misal server Indonesia menaut ke server Indonesia)
  3. PageRankanchor text pada pranala (link/tautan) dan outbound link lainnya pada halaman yang ditaut
  4. Relevansi onpage halaman/situs yang menaut dengan halaman/situs yang ditaut.
  5. Language based meta tags pada situs/halaman yang ditaut
  6. Semua hal diatas pada situs/halaman yang menaut

Pencarian pada regional Google manapun (google.com, google.co.id, google.ca, google.ie) akan memberi hasil yang bervariasi kalau filter bahasa dan filter lokasi tidak digunakan oleh pencari.

Google.com.au misalnya, akan memprioritaskan halaman/situs dari Australia, dimana prioritas tertinggi diberikan pada domain *.au yang di-hosting pada server ber-IP class Aussie dengan backlink dari domain-domain dengan atribut Aussie dan anchor text serta atribut onpage dan offpage yang tepat.

Kecuali situs-situs Australia ini tidak ada yang cukup pas untuk query pencarian, barulah .com dan domain lain bisa ‘nyundul’ ke puncak di google.com.au.

Sebelas faktor diatas punya andil dalam algoritma otomatis Google saat ini dan bisa dimanfaatkan untuk mengungguli  kompetitor SEO anda. Tapi memang sulit untuk mengetahui komponen mana yang paling besar bobotnya dalam algoritma, akibatnya cukup sulit untuk mematok strategi apa yang paling efektif.

Jadi ‘gimana dong’?

Secara umum caranya sama saja; amati hasil pencarian yang dibuat oleh filter-filter pencarian. Perhatikan situs-situs yang menempati top positions dan tentukan strategi SEO yang tepat untuk situs web anda. Tentu saja anda harus melakukan analisis kompetitor yang cukup mendalam.

Sudah saya bilang ‘kan’ SEO itu perlu kustomisasi (Panduan SEO pemula #2), karena ada banyak cara dalam SEO.

Tiap situs web punya kondisi masing-masing dan solusi SEO-nya tergantung pada demografi, site mechanics, dan berbagai sumberdaya yang tersedia. Pertimbangkan hal-hal berikut:

  • Siapa target audien (target pencari) anda?
  • Apakah anda perlu mengoptimalkan geographic targeting (geotargeting)?
  • Apakah anda perlu membuat subdomain atau subdirektori untuk bahasa tertentu?
  • Apakah anda harus pindah hosting?
  • Apakah anda punya sumberdaya untuk melakukan beberapa atau semua hal diatas?

Bagaimana Cara Optimalisasi Geo Targeting SEO?

Ada dua strategi geo targeting utama dalam SEO yang bisa dipilih:

Menyasar wilayah geografis tertentu (strategi geografis):

  1. Buat subdomain atau subdirektori dalam bahasa ibu (native language) yang menjadi target geografis (Bahasa Jerman kalau anda mengincar pengunjung dari Jerman) dan fokuskan target geografis pada Webmaster Central
  2. Tempatkan konten subdomain pada server hosting di lokasi yang jadi sasaran
  3. Bangun backlink dari TLD serupa

Menyasar bahasa tertentu (strategi bahasa):

  1. Buat subdirektori untuk native language tertentu (misal, www.situsanda.com/nl untuk Bahasa Belanda)
  2. Bangun backlink dari situs dalam bahasa yang sama dengan bahasa subdirektori
  3. Jangan gunakan geographic targeting (strategi geografis)

Alasan tidak menggunakan strategi geografis bersamaan dengan strategi bahasa adalah karena kalau pencari melakukan pencarian dalam bahasa tertentu di Google.com, maka halaman dengan bahasa yang dicari akan mendapat prioritas daripada halaman yang dioptimasi untuk wilayah geografis tertentu.

Strategi geografis berarti mendapat peluang di Google selain google.com. Adapun strategi bahasa berarti punya peluang di google.com untuk bahasa yang digunakan pencari.

Mungkin anda tidak mau memilih dan ingin menerapkan keduanya untuk meningkatkan visibilitas situs anda baik di google dot com ataupun google dot lainnya.

Perhatikan log trafik untuk menentukan asal trafik situs web anda saat ini – dengan asumsi situs anda menggunakan Bahasa Inggris atau bahasa lain yang banyak digunakan di dunia (kalau situs anda dalam bahasa Indonesia, bisa dipastikan lebih dari 90% pengunjungnya pasti dari Indonesia). Perhatikan juga bounce rate.

Contoh; kalau trafik situs web anda banyak yang berasal dari Jerman dan tingkat bounce rate -nya cukup tinggi dibandingkan pengunjung dari USA, buatlah subdirektori untuk bahasa Jerman (www.situsanda.com/de). Ini adalah strategi bahasa.

Untuk strategi geografisnya, anda kemudian membuat subdomain (de.situsanda.com) dan host subdomain tersebut pada server yang berlokasi di Jerman, kemudian setel geographical targeting ke Germany pada Webmaster Central. Ulangi proses ini pada semua region yang memberi kontribusi trafik pada situs anda.

Catatan Penting

  • Kalau anda HANYA ingin memfokuskan dan menarget bahasa tertentu, dengan subdirektori, maka tidak usah melakukan optimasi geographic targeting (strategi geografis).
  • Anda bisa juga menjalankan strategi/targeting bahasa dengan subdomain, selain subdirektori, tapi kalau anda memiliki gTLD (generic Top Level Domain) .com gunakan subdirektori, bukan subdomain.
  • Judul situs dan halaman-halaman situs serta konten pada subdirektori atau subdomain harus dalam bahasa ibu (native language), gunakan istilah-istilah khas dari bahasa tersebut.
  • Selalu gunakan language based meta tags.
  • Tempatkan subdomain untuk geographic targeting (strategi geografis) pada server hosting dari wilayah tersebut
  • Kalau menggunakan subdomain, beri tautan (link) dari situs utama.
  • Tiap subdomain punya sitemap masing-masing.
  • Pada meta tags dan konten, gunakan terminologi yang tepat (misal, kalau anda menyasar US dan UK kemudian situs anda menjual celana dan sweater, maka pants dan sweater cocok untuk US, sedangkan trouser dan jumper lebih cocok untuk UK).
  • Pada saat melakukan link building, dapatkan backlink dari TLD serupa (misal, tautan dari .nl untuk domain .nl dan berisi bahasa Belanda, atau .web.id menaut ke .co.id dengan konten Bahasa Indonesia).
  • Kalau TLD situs anda berjenis ccTLD (country code Top Level Domain) seperti .fr atau .de atau .id maka anda tidak usah repot menjalankan strategi geografis karena sudah otomatis terkait dengan regional peruntukannya, tinggal tempatkan saja pada server hosting yang tepat.

Kesimpulan

Jadi, kalau anda punya situs dengan TLD seperti .com dan .co.uk dan wilayah US dan UK memang jadi target SEO anda, maka tidak usah lagi memikirkan strategi geografis (geographic targeting).

Tapi kalau anda ingin menjalankan geographic dan language targeting sekaligus, maka pertama kali buatlah subdirektori dengan konten dalam native language dan mengaculah pada log trafik (bisa gunakan Google Analytics). Lihat asal visitor yang banyak mengunjungi situs anda.

Bahasa Inggris pun banyak variasinya, seperti US English, UK, New Zealand, Australia, kalau memang niat buatlah subdirektori untuk masing-masing variasi dan cantumkan istilah-istilah khas tiap variasi pada judul, meta tags, dan konten. Buat sitemap.xml untuk masing-masing subdirektori dan kirim semua sitemap.xml ke mesin pencari utama (Google, Yahoo, Bing).

Langkah berikutnya adalah membuat subdomain dan tempatkan subdomain-subdomain tersebut pada server hosting dari negara/wilayah yang anda fokuskan. Buat konten dalam native language, ulangi langkah diatas dan atur fokus geografis masing-masing subdomain di Webmaster Central.

Dengan strategi ini, anda akan punya keunggulan atas pesaing SEO (atau malah jadi lebih sedikit pesaing). Tidak masalah apakah pencarian dilakukan dari dalam atau luar wilayah tertentu, tidak masalah apakah situs anda memang ‘native‘ atau cuma ‘numpang’ di wilayah tersebut, tidak masalah apakah pencari melakukan pencarian dalam native language atau secara manual menggunakan domain google tertentu seperti google.com.mx atau google.es. Situs anda akan tampil di mata yang tepat.

Kembali ke atas

Panduan SEO #25: Sudahkah Anda Lakukan Dengan Benar?

Rekap dari artikel Panduan SEO pemula.
SEO bukan hal yang sulit tapi harus dilakukan secara benar dalam urutan yang benar juga. Salah satunya tidak benar maka upaya SEO akan sia-sia.

piramida-seo

1. Keywords

Keywords atau kata kunci yang anda pilih adalah fondasi aktivitas SEO selanjutnya dan sangat mempengaruhi kesuksesan proyek SEO. Mengincar kata kunci yang salah, maka semua upaya SEO anda akan percuma.

Pilih keyword secara bijak. Tidaklah tepat mengoptimalkan halaman-halaman web anda untuk kata kunci yang terdiri dari satu kata saja. Optimalkan halaman-halaman situs untuk kata-kata kunci yang sangat terarah dan menarik pengunjung yang tepat. Anda menginginkan ‘pembeli’, bukan cuma pengunjung situs. Semakin terarah kata kunci yang dipilih semakin baik.

2. On-page optimization

Setelah anda tahu kata kunci yang hendak digarap, anda harus mengoptimasi halaman-halaman situs untuk kata-kata kunci ini. Optimalkan sebanyak mungkin halaman yang berbeda untuk keyword yang berbeda. Sebaiknya satu halaman optimal untuk satu kata kunci.

Munculkan kata kunci pada elemen halaman yang tepat dan dapat dikunjungi oleh mesin pencari.

Arsitektur website adalah bagian dari on-page optimization. Navigasi situs web anda sebaiknya mengandung kata kunci kemudian halaman-halaman situs saling terkait topiknya agar mesin pencari dapat mengkategorisasi halaman-halaman tersebut secara tepat.

3. Usability and conversion optimization

Atau diterjemahkan menjadi optimalisasi konversi dan kegunaan. Maksudnya bahwa kalaupun situs anda mendapat ribuan pengunjung setiap hari, belum tentu menghasilkan penjualan satu pun karena halaman-halamannya tidak user friendly, atau tidak tampak terpercaya, atau memang tidak dirancang dengan baik untuk menghasilkan konversi.

Halaman web anda harus mempunyai penampilan menarik, harus mudah digunakan, harus membangkitkan kepercayaan pengunjung, dan harus membuat orang tertarik untuk ‘membeli’ apa yang ditawarkan secara mudah.

4. Link building

Setelah semua elemen di atas berada pada tempatnya, anda bisa mulai membangun backlink. Sederhananya; kalau ada lebih dari satu halaman dengan nilai optimalisasi yang sama, maka halaman dengan backlink terbaik yang akan dipilih untuk menempati posisi lebih tinggi oleh Google.

Backlink (dan segala atributnya) menjadi juri terakhir penentu keputusan.

Backlink sebaiknya mengandung keyword yang sama dengan poin 2 (On-page optimization). Misal kalau sebuah halaman sudah dioptimalkan untuk kata kunci “batik madura terbaik” maka tautan yang menaut ke halaman tersebut harus mengandung kata kunci itu juga.

Semua elemen harus pada tempatnya dan dengan urutan yang benar

Kalau situs anda mendapat banyak backlink tapi halaman web anda tidak mampu mengkonversi, maka ‘penjualan’ tidak akan terjadi. Begitupun kalau halaman web sangat teroptimalisasi tapi keywordnya salah.

Kalau keyword yang anda pilih sudah tepat dan halaman-halaman web yang dibuat sudah optimal dan menarik pengunjung untuk membeli, maka langkah terakhir adalah mendapat backlink yang berkualitas untuk mengangkat posisi halaman tersebut di Google.

Ingat, semuanya harus berada pada tempatnya dan dilakukan dengan urutan yang benar.

Penutup Panduan SEO pemula

SEO itu tidak sulit, tapi upaya SEO yang efektif, terutama tentang link building seringkali butuh waktu, biaya, dan komitmen yang tidak semua orang miliki/bisa lakukan. SEO itu tidak otomatis berarti gratis, tapi mungkin hasilnya akan bisa dinikmati dalam jangka panjang.

Rating apa yang cocok menurut Anda?

Klik pada bintang!

Rerata rating / 5. Total vote:

Terima kasih atas rating positifnya...

Ikuti kami di media sosial yuk!

Maaf ulasan ini tidak berguna untuk Anda...

Akan kami perbaiki!