Cara Membuat dan Merawat Aquarium Laut untuk Pemula

Memiliki aquarium adalah salah satu hobi yang bisa membantu Anda memiliki tampilan rumah yang lebih menarik, menghidupkan suasana, sekaligus menghilangkan stress. Aquarium laut adalah salah satu jenis akuarium yang bisa anda pilih walaupun sudah ada sejak lama. Aquarium jenis ini adalah salah satu jenis akuarium khusus paling tua yang pernah dibuat manusia.

Namun perawatan aquarium air laut tidaklah semudah jika dibandingkan dengan akuarium air tawar yang lebih banyak dimiliki masyarakat. Ada berbagai hal yang perlu diperhatikan baik dari perawatan awal saat membeli maupun perawatan rutinnya. Pada artikel kali ini kami akan membahasnya secara lengkap untuk Anda.

Jika Anda ingin memiliki aquarium laut sebagai salah satu dekorasi aquarium unik di rumah Anda, ada hal-hal yang perlu Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk memilikinya. Yuk simak selengkapnya dalam panduan pemula ini.

Tipe Ekosistem Aquarium Laut

Tiap aquarium laut memiliki macam ekosistem yang berbeda-beda. Ekosistem aquarium air laut yang berbeda juga berhubungan dengan perawatan dan perlengkapan yang berbeda pula. Jenis ekosistem aquarium air laut yang umumnya dibuat adalah:

1. FOWLR (Fish Only With Live Rock)

FOWLR yaitu aquarium laut yang di dalamnya hanya terdapat ikan laut hias, kuda laut, terumbu karang, terumbu karang air dingin, dan berbagai ekosistem lainnya. Jenis ekosistem ini merupakan aquarium air laut paling dasar yang tidak membutuhkan penggunaan koral yang butuh perhatian khusus.

Meskipun demikian, Anda juga bisa menambah dengan koral buatan sebagai hiasan agar aquarium laut tampak lebih menarik dan membantu ikan hias laut untuk lebih betah hidup.

2. Ekosistem terumbu karang soft coral

Adalah jenis ekosistem aquarium air laut yang paling banyak dipakai oleh pemula, menggunakan terumbu karang koral lunak seperti leathers corals, mushrooms corals, atau zoanthids yang mudah didapatkan dan mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi aquarium air laut.

Ukuran Aquarium Air Laut

Sebelum memiliki aquarium laut, Anda perlu menentukan terlebih dahulu berapa ukuran dari akuarium yang ingin Anda miliki, misalnya ialah nano aquarium atau aquarium air laut berukuran kecil yang sering dipakai pemula karena dianggap lebih mudah dalam perawatan.

Namun justru aquarium laut berukuran kecil lebih rentan pada berbagai masalah. Umumnya jumlah air yang sedikit menyebabkan terlalu banyak faktor luar yang terlalu cepat mempengaruhi. Misalnya faktor suhu.

Jika Anda seorang pemula, ukuran aquarium air laut yang paling tepat ialah yang berukuran sedang, sebab memiliki ruangan yang lebih luas dan memperbaiki dengan lebih mudah jika Anda mungkin melakukan kesalahan dalam perawatannya.

Sedangkan ukuran aquarium laut yang besar beresiko menimbulkan kesulitan juga saat perawatan dan tentunya berbagai biaya yang lebih tinggi. Terlebih sebagai pemula belum memiliki pengalaman yang memadai tentang segala masalah yang mungkin terjadi di akuarium baik pada ikan hiasnya maupun pada ekosistemnya secara keseluruhan.

Sistem Penyaringan Aquarium Laut

Sistem penyaringan/filtrasi bermanfaat untuk memastikan air di akuarium bebas dari berbagai kotoran dan zat berbahaya. Namun hal ini juga beresiko membuat air laut di dalam aquarium laut Anda kehilangan nutrisi yang diperlukan ikan hias laut, koral, dan ekosistem lain di dalamnya. Sehingga dalam menerapkan sistem penyaringan, Anda perlu ingat juga untuk memberikan nutrisi tambahan dalam waktu yang berkala.

Sistem Pencahayaan Aquarium Laut

Pencahayaan merupakan salah satu hal penting yang dibutuhkan terutama jika di dalam aquarium air laut terdapat koral dimana koral sangat membutuhkan cahaya yang memadai untuk dapat berkembang dan tumbuh dengan baik.

Dengan perkembangan teknologi lighting elektronik saat ini, sistem pencahayaan yang terbaik untuk aquarium laut adalah lampu LED (Light Emitting Diode), selain lebih awet dan lebih hemat listrik, lampu LED ini juga memiliki spektrum warna cahaya yang baik untuk memaksimalkan pertumbuhan koral.

Pahami tentang Koral

Koral merupakan salah satu bagian ekosistem sekaligus hiasan yang membuat aquarium air laut berbeda dengan akuarium air tawar. Jenis koral yang bisa diterapkan di aquarium laut ada banyak, secara tampilan juga memiliki bentuk dan karakter yang berbeda, berikut ini jenis koral yang sering dipelihara:

1. Soft corals

Koral jenis ini merupakan yang paling mudah beradaptasi dengan berbagai jenis sistem pencahayaan dan paling mudah dirawat dalam aquarium air laut. Contoh soft corals ialah Xenia, Mushrooms, Zoanthids, dan Anthelia.

2. LPS (Large Polyp Stony Corals)

Koral jenis ini membutuhkan pencahayaan lebih tinggi, bisa menggunakan lampu LED 165 Watt. Perawatan Large Polyp Stony Corals harus lebih baik sebab cenderung sensitif terhadap lingkungan atau ekosistem aquarium air laut tempatnya hidup.

3. SPS (Small Polyp Stony Corals)

Sering digunakan oleh pemilik aquarium laut yang telah berpengalaman atau ahli, koral jenis Small Polyp Stony Corals ini membutuhkan pencahayaan yang lebih banyak dan kandungan nutrisi yang lebih rendah di dalam aquarium air laut. Contohnya ialah stylocoinellas, pocilopora, birdsnests, leptoseris, dan sebagainya.

Jenis Ikan Aquarium Air Laut

Setelah Anda menentukan ekosistem seperti apa, ukuran akuarium, dan koral jenis apa yang ingin Anda miliki, saatnya Anda menentukan jenis ikan laut yang akan hidup bersama koral dan ekosistem laut lainnya di aquarium laut Anda.

Yang terpenting adalah memastikan ikan laut yang Anda pilih cocok satu sama lain, sebab ikan laut memiliki karakter yang lebih sensitif, ikan laut merasa enggan untuk berbagi area dengan ikan laut yang tidak sejenis dengan dirinya.

Setelah memilih jenis ikan, buatlah ekosistem laut semirip mungkin dengan kondisi ekosistem aslinya agar ikan laut yang Anda pelihara merasa nyaman dan tidak stres, tentunya dengan menambahkan koral yang sama seperti di lingkungan asli dia hidup.

Derajat Keasinan Aquarium Laut

Agar aquarium laut nantinya bisa berjalan dengan sehat, Anda perlu untuk memastikan derajat keasinan (salinitas) airnya, yang ideal adalah 34–37 bagian per 1.000 (ppt – part per thousand) unit air. Jika Anda belum memahaminya, Anda perlu untuk memanggil jasa aquarium air laut yang bisa membantu untuk menghitungnya atau memakai alat pengukur khusus yang disebut dengan hydrometer.

Alat tersebut bisa Anda dapatkan di toko hewan peliharaan atau toko akuarium. Anda bisa memeriksa kadar keasinan di dalam aquarium laut secara berkala untuk memastikan air di dalamnya memadai untuk hidup ikan laut dan koral.

Derajat Keasaman dan Suhu Aquarium Laut

Derajat keasaman juga disebut dengan pH, hal ini juga penting untuk diperhatikan. Cara paling mudah mengukurnya adalah dengan kertas lakmus yang bisa Anda beli di apotek. Jika pH di dalamnya terlalu rendah, Anda harus menambahkan obat kalkwasser.

Sedangkan untuk suhu idealnya ialah 28 derajat celsius untuk ikan laut dan 25 derajat celsius untuk terumbu karang. Anda harus bisa mengaturnya agar temperatur air selalu berada di kisaran tersebut.

Karang Hidup dan Tanaman Laut

Karang hidup memiliki manfaat yang besar untuk aquarium air laut, ia bisa menjaga air laut agar tetap berkualitas dan alami, Anda perlu memasukkan karang hidup ke dalam aquarium laut agar ikan laut yang Anda pelihara merasa lebih betah serasa berada di lingkungan alaminya. Karang hidup yang terbaik ialah yang berwarna keunguan.

Tanaman laut juga perlu untuk Anda masukkan ke aquarium laut agar bisa menghasilkan oksigen dan mengurangi kadar nitrat dalam air aquarium air laut sehingga kualitas air selalu terjaga. Tanaman laut bisa mempercantik dekorasi aquarium sekaligus disenangi ikan laut karena bisa menjadi tempat bermain dan bersembunyi.

Tanaman laut yang cocok untuk aquarium laut di antaranya anggur hijau, rumput laut, dan rumput asam.

Cara Membersihkan Aquarium Laut Secara Alami

Bisa Anda lakukan dengan memelihara biota laut, misalnya ialah ikan jabing, ikan ini suka memakan lumut coklat/diatom yang tumbuh di dasar aquarium air laut, sehingga kebersihan selalu terjaga, atau bisa juga memelihara udang pellet yang bisa memakan bakteri air.

Namun dari beberapa pengalaman praktisi biasanya jenis hewan laut pembersih ini tidak efektif, karena seiring waktu mereka biasanya lebih tertarik pada pakan yang diberikan pemeliharanya daripada memakan lumut. 😀 Jadi tetap anda pemilik aquarium laut yang harus memperhatikan kebersihan akuarium anda.

aquarium laut

Cara Membuat Aquarium Laut

Nah, Anda sudah banyak memahami hal-hal penting terkait aquarium air laut, sekarang saatnya untuk Anda mulai membuatnya. Ikuti langkah berikut:

1. Memilih tangki aquarium laut

Menentukan ukuran aquarium laut tidak bisa sembarangan, ukuran yang direkomendasikan ialah 217 liter atau setara dengan 55 galon air. Volume tersebut termasuk dalam ukuran sedang. Ketebalan kaca juga perlu Anda perhatikan agar sesuai dengan jumlah airnya.

Untuk bentuknya, Anda dapat me-modifikasi sesuai selera, namun pastikan agar pas dengan jenis lampu penerangan yang akan dipasang nantinya.

2. Memasang alat aquarium laut

Sebelum aquarium air laut dihias dan diberi air, tangki akuarium perlu diberi power head untuk menciptakan arus air. Arus air tersebut bermanfaat untuk membuat aquarium laut terasa alami, terlebih jika terdapat terumbu karang di dalamnya.

Pilih ukuran dan arus air yang tepat dengan volume air di dalam aquarium laut. Alat lain yang Anda perlukan ialah sump, yakni alat filter yang dapat menyaring kotoran dan sisa makanan ikan laut Anda.

3. Memilih jenis air aquarium laut

Air yang dipakai di aquarium laut tentunya air laut yang alami sebab di dalamnya terkandung plankton yang bermanfaat untuk pakan ikan laut. Air laut bisa Anda dapatkan di toko khusus yang menjual ikan hias atau perangkat akuarium. Atau kalau Anda beruntung tinggal di pinggir pantai yang bersih bisa ambil langsung ya. 🙂

Ada pula jenis air asin buatan, caranya dengan mencampur air murni dengan garam murni dan bahan lainnya yang bisa dibeli di toko kimia, namun pembuatannya cukup rumit dan dikhawatirkan terdapat jumlah dan campuran senyawa yang kurang tepat dimana hal itu bisa membahayakan ekosistem aquarium air laut Anda. Terdapat juga produk khusus impor untuk membuat air laut buatan yang memiliki komposisi kandungan mineral lengkap dan ideal, namun tentu harganya mahal apalagi kalau ukuran akuarium anda besar.

Air aquarium laut harus diganti 3 s/d 4 minggu sekali.

4. Menghias aquarium air laut

Aquarium laut Anda akan tampak menakjubkan dengan hiasan dan tata rupa yang tepat seperti kondisi dalam laut. Tata aquarium air laut dengan pasir laut kasar dan halus di bagian dasarnya, lalu tanam karang hidup dan tanaman laut lainnya. Setelahnya, barulah masukkan air laut secara perlahan hingga mencapai bibir akuarium.

5. Memasukkan ikan laut

Beberapa jenis ikan laut yang bisa Anda pelihara diantaranya nemo, blue atau yellow tang, lion fish, butterfly fish, angelfish, dan sebagainya. Jangan sampai memelihara ikan laut terlalu banyak sebab beresiko membuat air mudah keruh dan cepat menurun kualitasnya.

Jangan masukkan ikan laut ke dalam aquarium laut yang baru saja dibuat dan dituang airnya. Biarkan air tersebut bersirkulasi dulu dengan alat power head, dan akuarium cukup “matang” dengan mengembangkan bakteri baik pengurai zat racun amonia dan nitrit selama sekitar 4 minggu agar akuarium nyaman dan bisa ditinggali oleh biota penghuninya.

Setelah 4 minggu, Anda bisa memasukkan ikan laut bersama dengan plastik pembungkusnya agar ikan laut bisa beradaptasi dengan suhu lingkungan barunya, biarkan plastik mengambang selama 20 menit, setelah itu, barulah buka plastik dan perlahan biarkan ikan bersatu dengan lingkungan aquarium lautnya yang baru.

Jangan lupa bersihkan secara rutin dan ganti air secara berkala agar ikan laut dan biota lain di dalamnya hidup sehat.

Semoga ulasan tentang aquarium laut di atas cukup lengkap dan bisa membantu Anda yang baru memulai untuk memahami berbagai hal yang dibutuhkan dan perawatan aquarium air laut ini ya.